Logo Bloomberg Technoz

Pada sisi bid, antrean terbesar berada di harga Rp24 dan Rp25 yang masing-masing mencapai sekitar 104 juta lot. Sementara itu, antrean jual terbesar berada di harga Rp30 sekitar 72,12 juta lot, disusul harga Rp28 sekitar 58 juta lot.

Saham GOTO Saham Paling Merugi Bulan September 2026 (Bloomberg)

Kondisi tersebut menunjukkan mulai munculnya permintaan terhadap saham GOTO setelah tekanan jual yang membawa saham perseroan jatuh dari level Rp50 dalam beberapa hari terakhir.

Sebelumnya, saham GOTO telah mengalami tekanan jual setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) menghapus batas harga minimum Rp50. Saham GOTO kemudian terus terkoreksi hingga ditutup di level Rp28 pada perdagangan Kamis (1/10).

Tekanan tersebut juga terjadi seiring keluarnya GOTO dari sejumlah indeks yang memicu arus keluar dana pasif. JP Morgan memperkirakan arus keluar dana pasif mencapai sekitar 116 miliar saham, setara dengan sekitar 10% dari total saham beredar GOTO, setelah batas bawah Rp50 dihapus.

Di tengah tekanan tersebut, JP Morgan melihat level Rp25-Rp30 per saham sebagai downside floor GOTO.

Perhitungan tersebut berasal dari sejumlah komponen yang dinilai memiliki tingkat kepastian tinggi, yakni kas bersih sekitar Rp13 per saham, nilai kini biaya layanan e-commerce sekitar Rp10 per saham, serta nilai kepemilikan GOTO di Bank Jago sekitar Rp3 per saham. Totalnya mencapai sekitar Rp26 per saham.

JP Morgan juga memberikan pandangan overweight terhadap GOTO dengan target harga Rp68 per saham. Sementara itu, Deutsche Bank mempertahankan valuasi discounted cash flow (DCF) GOTO di level Rp85 per saham.

Valuasi GOTO menurut perhitungan Deutsche Bank. (riset Deutsche Bank).

Deutsche Bank sebelumnya memperkirakan GOTO akan mulai mengeksekusi program pembelian kembali saham atau buyback setelah manajemen menilai tekanan jual akibat penghapusan dari indeks telah berakhir.

Program buyback tersebut memiliki nilai hingga Rp3,5 triliun untuk periode 2026-2027. Deutsche Bank menilai berakhirnya tekanan jual dari investor institusi yang mengikuti indeks dapat membuka ruang bagi kekuatan beli untuk menggantikan arus jual tersebut.

JP Morgan juga menilai program buyback GOTO berpotensi menyerap arus keluar dana pasif apabila harga pelaksanaan berada di bawah Rp30 per saham.

(fik/naw)

No more pages