Logo Bloomberg Technoz

Harga produk minyak, termasuk diesel, bahkan naik lebih tajam dibandingkan minyak mentah tahun ini, dengan harga ritel diesel di AS melonjak ke rekor tertinggi. Kondisi tersebut mendorong sejumlah anggota parlemen AS untuk mengusulkan pembatasan ekspor. Awal pekan ini, Donald Trump mengatakan dirinya telah mendorong para penasihatnya untuk mendukung larangan tersebut.

Di Timur Tengah, para pedagang menantikan informasi lebih lanjut dari Arab Saudi mengenai rencana untuk kembali mengekspor minyak melalui jaringan pipa East-West yang sangat penting. Jalur lintas negara tersebut mengalami kerusakan akibat serangan pada awal bulan ini. Pipa itu menghubungkan wilayah kerajaan dengan pesisir Laut Merah dan menjadi jalur alternatif penting untuk menghindari pengiriman kargo melalui Selat Hormuz di tengah ancaman berkelanjutan terhadap pelayaran selama perang.

Di Selat Hormuz—yang menghubungkan Teluk Persia dengan pasar global—serangan terhadap kapal masih terus terjadi. Sebuah kapal kargo dilaporkan terombang-ambing dan terbakar setelah terkena proyektil, menurut UK Maritime Trade Operations.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan kepada Fox News bahwa sebanyak 17 juta barel minyak “terkadang” melintas melalui Selat Hormuz setiap hari. Namun, sejumlah pengamat pasar menunjukkan angka yang lebih rendah. Clarksons Research memperkirakan volume harian tersebut sekitar 8 juta barel pada awal bulan ini.

Harga:

  • WTI untuk pengiriman November stabil di US$92,19 per barel pada pukul 06.55 waktu Singapura.
  • Kontrak berjangka diesel AS naik 0,5% menjadi US$4,7995 per galon di New York.
  • Brent untuk penyelesaian November ditutup pada US$103,08 per barel.

(bbn)

No more pages