Harga Minyak Naik di Tengah Kian Memanasnya Ketegangan AS-Iran
News
24 September 2026 07:30

Bingyan Wang - Bloomberg News
Bloomberg, Harga minyak bertahan di zona penguatan di tengah kembali meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran. Pesan tegas dari Presiden Masoud Pezeshkian menyoroti masih lebarnya kesenjangan antara kedua negara setelah berbulan-bulan perang di Timur Tengah.
Minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November diperdagangkan di atas US$92 per barel setelah naik 1,8% pada Rabu (23/9), sementara minyak Brent ditutup di atas US$103 per barel. Dalam sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Pezeshkian mengatakan Teheran tidak akan merespons ancaman dan memaparkan sejumlah syarat sebelum perundingan yang berarti dapat kembali dilanjutkan.
Di pasar produk minyak, diesel AS menjadi perhatian di tengah spekulasi bahwa Gedung Putih sedang mempertimbangkan pembatasan ekspor. Namun, Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan pemerintahan Trump tengah bekerja sama dengan perusahaan kilang untuk secara sukarela mengurangi pengiriman diesel sebagai alternatif dari larangan langsung ekspor bahan bakar tersebut.
Harga minyak mentah melonjak tahun ini seiring konflik di Timur Tengah serta dampak perang Rusia-Ukraina memangkas pasokan dan merusak infrastruktur. Kenaikan harga energi secara luas telah mendorong inflasi global, menambah tekanan terhadap konsumen sekaligus meningkatkan tantangan bagi bank-bank sentral.






























