Logo Bloomberg Technoz

Namun, manajemen belum mengungkap detail dan jadwal deretan aksi korporasi ini. DOOH memastikan, rincian akan diumumkan melalui keterbukaan informasi sesuai ketentuan OJK dan BEI.

Adapun lima pilar bisnis yang akan dijalankan DOOH adalah, bisnis data centre AI, high speed internet, fiber optic, submarine cable dan green energy berupa PLTS.

DOOH melihat, peluang di kelima pilar bisnis tersebut sangat besar. Data center AI misalnya. Nilai pasar sektor ini di Indonesia diperkirakan mencapai US$3,48 miliar pada 2031.

Hashim Djojohadikusumo, ketua Yayasan Arsari, mendengarkan selama wawancara di New York, AS pada Senin, 29 April 2013./Bloomberg-Victor J. Blue

Untuk pilar kedua, sektor penggunaan internet rumah tangga di Indonesia juga masih memiliki ruang yang besar untuk tumbuh. Dari 74 juta rumah tangga, diperkirakan pengguna internetnya mencapai sekitar 40 juta rumah tangga pada 2030.

Potensi tersebut tentu membutuhkan infrastruktur yang juga menjadi peluang. Kebutuhan jaringan kabel internet bawah laut bakal terus berkembang ke depan.

Kemudian, untuk PLTS, Indonesia saat ini tengah menjalankan program nasional PLTS 100 GW. Sementara, kapasitas terpasang baru 1,5 GW.

Hashim Djojohadikusumo

Pada 30 Juli 2026,  Sinergi Internasional Investama telah menyelesaikan pengambilalihan 3,95 miliar saham DOOH atau setara 51% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh dari PT Prambanan Investasi Sukses dengan harga Rp50/saham atau dengan total nilai transaksi Rp197,34 miliar.

Di balik pengambilalihan tersebut, Tinawati tercatat sebagai sosok yang menjadi pemilik manfaat akhir atau Ultimate Beneficial Owner (UBO) Sinergi Internasional Investama. Tinawati memiliki 99,90% saham perusahaan tersebut sekaligus menjabat sebagai direktur di perusahaan ini.

Nama Tinawati juga tercatat sebagai pemilik manfaat akhir Solusi Sinergi Digital (WIFI) atau Surge.

Mayoritas saham Surge (WIFI) dikuasai PT Investasi Sukses Bersama, yang sebelumnya telah diakuisisi oleh kendaraan investasi milik Hashim Djojohadikusumo, PT Arsari Sentra Data.

Awalnya, Arsari mengakuisisi 45% saham Investasi Sukses Bersama. Porsinya kini bertambah jadi 54,42%.  Hashim Djojohadikusumo saat ini juga tercatat sebagai Komisaris Utama Surge.

(red)

No more pages