Logo Bloomberg Technoz

Manajemen menargetkan pertumbuhan kredit sepanjang 2026 di 8-10%. Adapun proyeksi pendapatan bunga bersih (NIM) ada di kisaran 7,4-7,8%.

Dengan performa yang apik tersebut, Kiwoom Sekuritas Indonesia menyematkan rekomendasi beli (buy) untuk saham BBRI. Target harga dalam 12 bulan ke depan dipasang Rp 4.000.

Kemarin, saham BBRI ditutup di posisi Rp 3.180. Jadi dalam skenario Kiwoom, harga saham BBRI bisa menjanjikan keuntungan mencapai sekitar 26% dalam setahun ke depan.

“Saham BBRI diperdagangkan dengan valuasi PBV 1,8 kali. Masih lebih murah dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir yaitu 2,06 kali,” sebut riset Kiwoom.

Kemudian Maybank Sekuritas Indonesia juga memberikan rekomendasi buy untuk saham BBRI. Target harga 12 bulan ke depan ada di Rp 3.900.

“Momentum pencetakan laba masih terjaga hingga tujuh bulan pertama 2026, dengan laba bersih bank saja tumbuh 8% yoy,” tulis riset Maybank Sekuritas.

Maybank Sekuritas juga mengapresiasi penghimpunan dana BBRI, di mana simpanan tumbuh 6,7% yoy pada paruh pertama 2026. “Di tengah likuiditas industri yang lebih ketat, posisi BBRI yang kuat di segmen ritel menjadi dasar untuk mencapai target NIM 7,4-7,8% tahun ini,” lanjut riset tersebut.

Konsensus Bloomberg

Sementara itu, konsensus pasar yang dihimpun Bloomberg juga menunjukkan posisi bullish terhadap BBRI. Dari 33 analis yang terlibat dalam pembentukan konsensus, 23 di antaranya (70%) memberikan rekomendasi buy.

Target harga saham BBRI dalam setahun ke depan berdasarkan konsensus ada di Rp 3.856,83. Artinya, ada potensi cuan mencapai lebih dari 21%.

(red)

No more pages