Logo Bloomberg Technoz

Ardhasena mengatakan sebanyak 482 ZOM diprediksi memiliki musim hujan yang lebih pendek dari normal. Sementara itu, hanya 60 ZOM yang memiliki durasi lebih panjang dan 40 ZOM berada dalam kondisi normal.

"Sehingga musim hujannya itu lebih pendek. Periode antara masuknya musim hujan dengan puncaknya juga relatif dekat dan durasi dari musim hujannya juga lebih pendek sehingga kita perlu mewaspadai periode-periode di mana hujan itu turun secara intens," ujarnya.

Secara umum, BMKG memprediksi awal musim hujan 2026/2027 di Indonesia sebagian besar terjadi pada November dan Desember. Namun, awal musim hujan tersebut diperkirakan lebih lambat dibandingkan kondisi normal.

Sementara itu, akumulasi curah hujan selama musim hujan 2026/2027 secara umum diprediksi berada dalam kategori normal atau relatif sama dengan kondisi klimatologisnya.

Adapun puncak musim hujan diprediksi sebagian besar terjadi pada Desember 2026, Januari 2027, dan Februari 2027. Periode tersebut menjadi waktu yang perlu mendapat perhatian lebih dari pemerintah daerah, instansi terkait, maupun masyarakat karena potensi hujan dengan intensitas tinggi.

Untuk menghadapi musim hujan 2026/2027, BMKG memberikan sejumlah rekomendasi lintas sektor. Di sektor pangan, pemerintah dan masyarakat diminta menyesuaikan jadwal tanam, memilih varietas tanaman dengan siklus lebih pendek, serta mengendalikan organisme pengganggu tanaman.

Di sektor sumber daya air, BMKG merekomendasikan pemanfaatan air hujan dan penambahan kapasitas tampung air di tingkat rumah tangga. Selain itu, perlu dilakukan identifikasi potensi cekungan air tanah dan lokasi sumur bor, serta optimalisasi pengelolaan drainase dan konservasi air secara berkelanjutan.

Untuk sektor energi, pengelolaan inflow dan elevasi waduk perlu disesuaikan, termasuk pelepasan air secara proporsional untuk mendukung operasional pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Sementara itu, sektor lingkungan perlu menyiapkan mekanisme respons terhadap kondisi kualitas udara yang kurang sehat dan berkepanjangan akibat mundurnya awal musim hujan. Saat musim hujan berlangsung, BMKG juga menyarankan optimalisasi sirkulasi udara di dalam ruangan untuk menurunkan kelembapan.

Di sektor kesehatan, BMKG mengingatkan adanya potensi peningkatan kasus demam berdarah setelah periode puncak musim hujan. Karena itu, kegiatan kerja bakti, pemberantasan sarang nyamuk, dan upaya pencegahan lainnya perlu diintensifkan.

"Untuk sektor kebencanaan, tentunya kita perlu kewaspadaan yang tinggi untuk periode di mana hujan nanti akan cukup tinggi pada periode Desember, Januari dan Februari," kata Ardhasena.

BMKG mengimbau seluruh pemangku kepentingan memanfaatkan informasi prediksi musim hujan sebagai acuan untuk melakukan peringatan dini dan aksi dini. Informasi tersebut juga dapat digunakan untuk mendukung perencanaan yang lebih rinci sesuai kondisi iklim dan kebutuhan masing-masing sektor.

BMKG juga mengimbau masyarakat dan instansi untuk berkonsultasi dengan kantor BMKG terdekat serta mengakses informasi cuaca, iklim, dan gempa bumi melalui saluran resmi BMKG agar memperoleh informasi yang terverifikasi dan dapat digunakan sebagai acuan dalam aktivitas sehari-hari.

(dec/spt)

No more pages