Logo Bloomberg Technoz

“Menambah waktu saja. Kalau menambah waktu, semuanya keluar saat bersamaan, terjadilah antrean. Ini yang kita imbau ke masyarakat bahwa jangan khawatir; barangnya ada,” tegas Laode.

Mulai Terurai

Lebih lanjut, Laode juga memastikan antrean panjang pembelian BBM yang sempat terjadi di wilayah Makassar telah mulai terurai.

Hal tersebut diklaim terjadi setelah PT Pertamina (Persero), Kementerian ESDM, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), dan pemerintah daerah melakukan berbagai inovasi di lapangan.

“Sehingga kalau kita perhatikan di SPBU-SPBU yang antrean panjang sekarang sudah terurai,” ungkapnya.

Penimbunan

Ditemui di lokasi yang sama, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan antrean panjang pembelian BBM di Sulawesi Selatan terjadi karena sejumlah faktor; salah satunya terdapat praktik curang yang dilakukan oknum tertentu.

Secara umum, dia mengklaim stok BBM nasional berada di atas batas minimal nasional yakni sekitar 18—20 hari.

“Kemudian yang terjadi di Sulawesi Selatan kemarin itu menjadi antrean panjang karena banyak faktor.  Salah satu di antaranya adalah ada memang pihak-pihak, kan teman-teman mudia kan sudah punya data. Mengantre di pompa bensin hanya untuk, ya ada maksud lain lah,” kata Bahlil di Kompleks Parlemen.

Adapun, PT Pertamina Patra Niaga (PPN) mengungkapkan antrean pembelian BBM bersubsidi di Makassar telah berangsur normal, tetapi perseroan tetap menambah pasokan hingga memperpanjang jam operasional SPBU.

Executive General Manager PPN Regional Sulawesi Deny Sukendar menjelaskan perseroan juga menambah nozzle dan operator di sejumlah SPBU dan menambah outlet satuan tugas pelayanan BBM.

“Berbagai langkah recovery telah kami lakukan dan terus kami perkuat, termasuk bersama Satgas Gabungan di lapangan. Kami melihat kondisi antrean di sejumlah SPBU Makassar saat ini sudah berangsur membaik, dengan layanan yang semakin normal,” ujar Deny melalui siaran pers, Selasa (15/9/2026).

Dia kembali menegaskan layanan BBM di SPBU wilayah Makassar telah mulai normal, tetapi bakal tetap berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, serta Polri melalui Satgas Gabungan.

Satgas tersebut melakukan pemantauan dan pengawasan secara langsung di lapangan, termasuk membantu pengaturan dan penguraian antrean di SPBU.

“Perusahaan berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan meningkatkan kualitas pelayanan BBM di Makassar agar kebutuhan energi masyarakat dapat dilayani dengan makin baik,” ungkap Deny.

Adapun, PPN Mengungkapkan terdapat 17 terminal bahan bakar minyak (TBBM) milik perseroan yang berada di sekitar alur sungai, yang saat ini rawan mengalami penurunan tinggi air gegara fenomena El Niño.

Direktur Utama PT PPN Mars Ega Legowo Putra menyatakan perseroan bersama otoritas terkait bakal mencari solusi agar pemenuhan kebutuhan BBM masyarakat tetap terpenuhi, tetapi dia menegaskan hal tersebut tidak dapat dilakukan oleh PPN sendiri.

“Terdapat 17 terminal BBM Pertamina Patra Niaga yang berada di dalam alur sungai yang rawan pendangkalan. Tentunya ini kita harus bersama-sama nanti memberikan solusi agar layanan kepada masyarakat,” kata Mars Ega dalam RDP di Komisi XII DPR RI, Selasa (8/9/2026).

“Tentunya kami Pertamina Patra Niaga tidak bisa sendirian untuk menjaga agar alur-alur sungai di terminal-terminal BBM ini dapat kita kendalikan atau setidaknya jangan sampai mengganggu pasokan BBM termasuk pasokan FAME di wilayah-wilayah tersebut,” tegas dia.

Dalam bahan paparan yang ditampilkan, berikut 17 TBBM di alur sungai yang rawan alami pendangkalan:

  1. LPGT Pangkalan Susu
  2. FT Sei Siak
  3. FT Tembilahan
  4. FT Jambi
  5. FT Pulau Baai
  6. IT Palembang
  7. IT Pangkal Balam
  8. IT Pontianak
  9. FT Sintang
  10. FT Sanggau
  11. FT (S) Ketapang
  12. FT (S) Tg Pandan
  13. IT Sampit
  14. FT Pulang Pisau
  15. IT Banjarmasin
  16. FT (S) Berau
  17. IT Samarinda

(azr/wdh)

No more pages