Diskusi di kalangan perusahaan kilang mengenai pengurangan produksi masih bersifat tentatif, dan keputusan akhir belum diambil, kata sumber tersebut.
Penurunan tajam cadangan bahan bakar juga mungkin memaksa perusahaan kilang untuk mengambil tindakan.
Stok solar di pemasok bahan bakar milik negara China telah turun ke level terendah dalam 15 bulan, sementara cadangan bensin berada di titik terendah sejak 2022. Cadangan distilat—kategori yang mencakup solar—di pusat energi Asia, Singapura, juga jauh di bawah rata-rata lima tahun terakhir.
Sektor penyulingan global sudah beroperasi mendekati batas kapasitas maksimalnya, di mana konflik di Timur Tengah dan perang Rusia-Ukraina menghambat ekspor dari dua pusat pengolahan bahan bakar utama dunia.
Harga solar—bahan bakar vital yang digunakan dalam sektor transportasi, konstruksi, dan industri—telah melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan harga minyak mentah sejak konflik AS-Iran pecah.
"China dan India saat ini merupakan dua pemasok penyeimbang yang penting [di pasar bahan bakar]," kata Linh Tran, analis pasar XS.com yang berbasis di Ho Chi Minh.
Jika keduanya memangkas ekspor, "Asia bisa kehilangan pangsa porsi signifikan dari volume yang saat ini mengimbangi penurunan ekspor dari Timur Tengah dan Rusia," katanya, sambil menambahkan bahwa pasokan solar akan menghadapi tekanan terbesar, disusul oleh bahan bakar jet.
Krisis diesel global juga diperkirakan akan semakin memburuk karena para pembeli—terutama di Eropa yang bergantung pada impor—menimbun bahan bakar tersebut (yang juga digunakan untuk pemanas ruangan) menjelang musim dingin di belahan bumi utara.
Berbeda dengan masa awal perang, saat ini terdapat aliran minyak mentah dalam jumlah yang cukup signifikan yang melintasi Selat Hormuz; Clarksons Research pekan ini mencatat volume aliran tersebut ada di angka sedikit di atas separuh level sebelum konflik.
Pemulihan ekspor tersebut sempat menekan harga, tetapi keberhasilan kelompok Houthi merebut wilayah di Yaman, serangan terhadap kapal-kapal di Laut Merah, serta penutupan jalur pipa Timur-Barat milik Arab Saudi telah memicu lonjakan harga dalam beberapa pekan terakhir.
(bbn)































