Logo Bloomberg Technoz

Perpanjangan gencatan dagang selama satu tahun akan menghilangkan salah satu potensi hambatan bagi perekonomian dunia yang tengah menghadapi perang di Iran dan Ukraina, harga minyak yang tinggi, serta kembali meningkatnya kekhawatiran inflasi yang mendorong kenaikan biaya pinjaman global. Meski demikian, ekspektasi terhadap pertemuan tingkat tinggi tersebut masih terbatas akibat hubungan China dengan Iran dan Rusia, serta persaingan dalam teknologi terdepan seperti kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Bessent, saat berbicara di hadapan Komite Jasa Keuangan DPR AS, mengatakan dia menantikan pembicaraan dengan Wakil Perdana Menteri China tersebut mengenai sanksi terkait perang di Iran, seiring AS meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Republik Islam tersebut.

Sejalan dengan Trump, Menteri Keuangan AS itu secara konsisten menekankan pentingnya mempertahankan keunggulan AS atas China dalam bidang AI, yang saat ini menjadi salah satu area di mana perusahaan-perusahaan China mulai mengejar pesaing mereka di Silicon Valley.

“Penting untuk melihat apakah pihak yang baik atau pihak yang buruk yang memiliki teknologi ini,” kata Bessent. “Sebagai orang yang mengelola hubungan dengan China terkait AI, hal itu sangat penting.”

Persaingan di bidang AI telah muncul sebagai salah satu sumber utama ketegangan antara kedua negara.

Pekan lalu, tiga badan keamanan nasional AS menuduh perusahaan AI China, termasuk DeepSeek dan Moonshot AI—pembuat model Kimi K3 yang menjadi terobosan—secara sistematis mengambil pengetahuan eksklusif dari perusahaan-perusahaan AS. Perusahaan-perusahaan China tersebut tidak memberikan komentar terkait tuduhan AS, sementara pemerintah China dengan tegas membantah klaim tersebut.

Otoritas di Beijing juga mengkritik seruan dari pengembang AI terkemuka AS, Anthropic PBC dan OpenAI, untuk memperlambat pengembangan model-model canggih sebagai bentuk “menebar ketakutan”. Pernyataan tersebut menunjukkan kekhawatiran China bahwa perusahaan-perusahaan AS dapat menekan pemerintahan Trump untuk semakin membatasi akses China terhadap chip canggih dan perangkat keras lainnya.

Pembicaraan tingkat tinggi tersebut menjadi sinyal terbaru bahwa pertemuan antara para pemimpin dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia itu masih sesuai rencana. Trump mengatakan Xi akan mengunjungi Gedung Putih pada 24 September, yang juga akan mencakup jamuan makan malam kenegaraan. China belum mengonfirmasi tanggal perjalanan Xi, sesuatu yang biasanya baru dilakukan beberapa hari sebelum keberangkatan.

Bessent tidak menyebutkan tanggal maupun lokasi pertemuannya dengan He. Financial Times melaporkan keduanya akan bertemu di New York pada Minggu. Kedua pejabat tersebut biasanya bertemu sebelum setiap pertemuan tingkat tinggi antara pemimpin AS dan China untuk mempersiapkan pembicaraan.

Delegasi CEO

Menyoroti peran penting sektor pertanian yang kemungkinan akan menjadi bagian dari pembahasan, perwakilan perusahaan perdagangan pangan milik negara China, Cofco, kemungkinan akan bergabung dengan Xi saat dia melakukan perjalanan ke AS, menurut dua sumber yang mengetahui masalah tersebut. Belasan lebih perusahaan juga sedang dipertimbangkan untuk masuk dalam delegasi CEO, meskipun keputusan final belum dibuat, kata sumber-sumber tersebut.

Dalam kunjungan kenegaraannya pada Mei, Trump membawa belasan CEO ke China, termasuk CEO Nvidia Corp. Jensen Huang dan CEO Tesla Inc Elon Musk. Para eksekutif tersebut bertemu dengan Perdana Menteri Li Qiang, sementara Xi mengatakan kepada mereka bahwa perusahaan-perusahaan AS “terlibat secara mendalam dalam reformasi dan keterbukaan China, sebuah proses yang telah memberikan manfaat bagi kedua pihak.”

(bbn)

No more pages