Pasar mulai melihat pergantian tersebut sebagai upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas dan memulihkan kepercayaan terhadap kebijakan fiskal. Terlebih lagi Suahasil Nazara merupakan figur teknokrat yang sebelumnya menjabat Wakil Menteri Keuangan dan memiliki pengalaman panjang di Kementerian Keuangan. Investor akan mencermati sejauh mana Menkeu baru mampu menjaga kredibilitas APBN, disiplin fiskal, stabilitas rupiah, serta konsistensi komunikasi kebijakan pemerintah.
Mirae Asset Sekuritas Indonesia dalam riset terbaru pagi ini menyebut reshuffle kabinet berpotensi menjadi salah satu katalis positif bagi IHSG. Dengan syarat, mampu meningkatkan kepercayaan investor terhadap stabilitas dan kesinambungan kebijakan ekonomi Indonesia.
Kuncinya adalah bagaimana Suahasil menjaga kredibilitas fiskal, memperkuat koordinasi dengan Bank Indonesia (BI) dan otoritas sektor keuangan, serta memberikan kepastian mengenai arah kebijakan APBN dan pembiayaan pemerintah.
“Jika kepercayaan investor meningkat, maka peluang terjadinya capital inflow dan re-rating terhadap aset domestik, termasuk saham-saham berkapitalisasi besar dan sektor finansial, akan semakin terbuka,” mengutip riset Mirae Asset Sekuritas.
Namun, reshuffle ini bukan satu-satunya faktor penentu IHSG karena pasar tetap akan dipengaruhi oleh sentimen global, arah suku bunga Amerika Serikat (AS), pergerakan nilai tukar rupiah, arus dana asing, fundamental emiten, dan perkembangan geopolitik. Oleh karena itu, respons positif dalam jangka pendek lebih tepat dipandang sebagai sinyal awal dan belum dapat menjadi konfirmasi terbentuknya tren bullish struktural secara berkelanjutan.
Analisis Phintraco Sekuritas memaparkan, pergantian pos Menteri Keuangan ini diharapkan akan lebih menjaga kredibilitas dan disiplin fiskal, sehingga menjaga defisit APBN tetap aman di bawah batas 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Selain itu karena sudah menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan dalam waktu yang relatif lama, diharapkan Suahasil dapat memahami secara rinci mengenai postur anggaran sehingga transisi pelaksanaan kebijakan fiskal berjalan dengan lancar.
“Dengan pergantian Menteri Keuangan yang baru ini, investor mengharapkan akan dapat mengembalikan kredibilitas dan konsistensi fiskal, sehingga dapat mengembalikan kepercayaan investor domestik dan global terhadap ekonomi makro dan pasar keuangan Indonesia,” jelas Phintraco.
Jika hal tersebut terjadi, maka diharapkan dapat mendorong terjadinya capital inflow sehingga nilai tukar rupiah menguat, yield SBN mengalami penurunan, serta IHSG lebih stabil. Bagi bursa saham, dampak jangka pendek diperkirakan akan cenderung fluktuatif. Sedangkan dampak jangka panjang, investor akan menantikan realisasi kebijakan yang diterapkan.
Secara teknikal, IHSG berhasil bertahan di atas level MA100. Indikator MACD menunjukkan pelebaran histogram negatif. Sedangkan indikator Stochastic RSI berada di area oversold tetapi belum mengindikasikan terjadinya pembalikan.
“Sehingga diperkirakan IHSG bergerak sideways pada kisaran 6.400–6.600 pada perdagangan hari ini," sebut riset Phintraco Sekuritas.
Rekomendasi saham hari ini versi Phintraco Sekuritas meliputi BMRI, BBNI, BBRI, TLKM dan ASII.
Riset BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) memaparkan, sentimen pasar benar-benar tertuju pada langkah dan kebijakan awal Menteri Keuangan baru, khususnya terkait arah pengelolaan fiskal dan upaya menjaga kredibilitas keuangan negara. Di sisi global, perhatian juga mengarah pada pengumuman suku bunga acuan AS pekan ini, di mana pasar memperkirakan terjadi kenaikan 25 basis poin (bps) ke 3,75-4%.
Secara teknikal, tambah riset BRIDS, IHSG membentuk dragonfly doji setelah sempat menguji support 6.390 dan bertahan di atas MA20 6.545 yang mengindikasikan potensi technical rebound. Namun momentum masih terbatas seiring bearish crossover MACD.
“IHSG berpeluang menguji kembali 6.585–6.605 sebagai resistance terdekat sekaligus area penutupan gap. Sementara 6.390 menjadi support utama dan 6.220 sebagai support berikutnya,” mengutip paparan BRIDS,
BRI Danareksa memberikan rekomendasi saham hari ini yaitu UNTR, COCO, dan BBNI.
(fad/aji)


























