Logo Bloomberg Technoz

Presiden AS Donald Trump menyudutkan bos Anthropic karena mendesak perlambatan pengembangan AI, sekaligus memperkuat penolakannya terhadap pembatasan baru. 

Trump menyalahkan “konspirasi yang jahat” atas reaksi negatif pemilih terhadap pusat data AI dan meningkatnya kekhawatiran terkait model-model terdepan, serta menambahkan bahwa “satu-satunya yang senang dengan hal ini adalah China.”

Jika perkembangan terbaru ini menunda waktu realisasi imbal hasil AI yang dijanjikan, wajar jika investor menjadi kurang antusias, menurut Matt Maley dari Miller Tabak.

“Apa yang sebenarnya terjadi? Pasti sesuatu yang cukup besar hingga membuat Dario, Sam, dan Elon sepakat—hal yang jarang terjadi,” kata Giuseppe Sette dari Reflexivity. 

“Apa pun itu, kemungkinan besar hal tersebut dihentikan pada menit-menit terakhir, tepat sebelum bencana terjadi. Namun, dengan China ikut dalam persaingan, kami tidak mengharapkan adanya perlambatan besar-besaran.”

Soal koreksi harga saham AI, Sette mencatat bahwa hal itu hanyalah peluang untuk membeli.

“Kekhawatiran terkait penerapan AI bisa berdampak negatif terhadap sentimen rantai nilai AI,” kata Justin Post dan Nitin Bansal dari Bank of America Corp.

“Terlepas dari potensi kekhawatiran tersebut, kami tetap yakin bahwa kapasitas AI akan memiliki permintaan yang kuat selama beberapa tahun ke depan,” tambah dia.

Di HSBC, Max Kettner mengatakan bahwa seruan untuk memperlambat pengembangan AI dan kekhawatiran yang muncul di sektor teknologi tersebut “terlalu dibesar-besarkan.” Hal ini justru dapat membantu meningkatkan profitabilitas perusahaan-perusahaan AI pada akhirnya, katanya.

“Apakah seruan untuk memperlambat pengembangan model canggih akan mendapat dukungan di seluruh industri masih belum pasti, tetapi kami percaya seruan tersebut lebih ditujukan untuk membentuk kerangka regulasi yang dapat diterima oleh laboratorium AI terkemuka. Maka baiknya kami memperkirakan investasi di bidang AI akan terus berlanjut,” pungkas dia.

(red)

No more pages