“Dari hasil identifikasi ini, kami masih terus melakukan pengejaran untuk mengetahui keberadaan para pelaku,” ujar Yusuf.
Kronologi Penembakan 3 ASN
Berdasarkan pemeriksaan saksi, Satgas Damai Cartenz menerima informasi rombongan Dinas Pertanian Jayawijaya tengah melakukan kegiatan pengecekan lahan cetak sawah, pemberian penyuluhan tentang peternakan, dan pemberian bantuan ternak berupa anak babi di Distrik Muliama. Usai kegiatan, rombongan pun berniat untuk menuju ke Wamena.
Di tengah perjalanan, kendaraan mereka dihadang sejumlah orang tak dikenal yang membawa senjata api dan senjata tajam. Dalam prosesnya, mereka tiba-tiba memaksa tiga ASN untuk turun dan berjalan menuju belakang mobil.
Menurut polisi, belum ada kesaksian yang lebih detail. Namun, para saksi yang adalah delapan ASN dalam rombongan tersebut mengatakan tiba-tiba terdengar letusan senjata api sebanyak tiga kali dari area belakang mobil.
Para pelaku pun langsung melarikan diri menuju tempat persembunyian. Berdasarkan kesaksian, para pelaku terlihat memiliki dua pucuk senjata api laras panjang, dan sejumlah parang.
“Target mereka adalah mengganggu kamtibmas dan menimbulkan rasa takut di masyarakat. Karena itu, kami terus melakukan pengejaran dan pengembangan untuk mengetahui siapa saja yang terlibat,” ucap Yusuf.
Dari rangkaian kejadian yang terjadi, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 telah melakukan penambahan personel di Wamena, Kabupaten Jayawijaya. Hal ini dilakukan untuk memastikan keamanan di wilayah tersebut; sambil terus melakukan pengejaran terhadap PN dan KT.
(dov/frg)


























