"Langkah ini merupakan bentuk dukungan dan kolaborasi, bukan instruksi yang mengikat. Penyelenggaraan pendidikan tinggi berada di bawah kewenangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta LLDIKTI Wilayah IX," ujarnya dalam keterangan resminya dikutip, Senin.
Saat ini Pemprov Sulsel bersama Satuan Tugas BBM-LPG, Kepolisian Daerah (Polda), TNI, dan PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi terus berkoordinasi untuk memulihkan pasokan BBM di seluruh wilayah Sulawesi Selatan.
"Kita mohon masyarakat tetap bersabar. Pemerintah provinsi dan kabupaten kota terus bekerja dan melakukan koordinasi dengan Pertamina. Kita berharap Pertamina dapat melakukan langkah-langkah cepat termasuk distribusi BBM untuk amankan stok, menambah kuota BBM untuk Sulsel, sidak operasional nozzle SPBU dan pengetatan lainnya. Kita siap backup bersama TNI Polri dan Satpol serta dishub kabupaten/kota," jelasnya.
Sebelumnya, masyarakat di media sosial mengeluhkan antrean BBM yang mengular di Sulawesi Selatan, khususnya di Makassar.
Menyitir situs media lokal Makassar Info, antrean BBM telah terjadi sejak Sabtu (12/9/2026) di beberapa titik SPBU. Bahkan, antrean BBM sudah mengular sejak 04.33 WITA di SPBU Ratulangi, Makassar.
Terpisah, Polda Sulawesi Selatan menyoroti dugaan berkurangnya ketersediaan BBM dan liquefied petroleum gas (LPG) di tengah masyarakat.
Kepolisian saat ini melakukan penyelidikan untuk mendalami kemungkinan adanya praktik penyalahgunaan maupun penimbunan.
Kepolisian memastikan akan menindak pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran. Hal ini termasuk apabila ditemukan praktik penyalahgunaan maupun penimbunan BBM dan LPG yang merugikan masyarakat.
"Tentu kami tidak akan tinggal diam. Dari Ditreskrimsus Polda Sulsel tetap melaksanakan penyelidikan. Apakah ada mafia, atau tidak ada mafia nanti kita sampaikan kembali," ujar Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto dalam situs resmi, Senin (7/9/2026).
Adapun mengenai kelangkaan ini, Pertamina Patra Niaga bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah menerapkan sistem ganjil-genap untuk pengisian BBM di sejumlah SPBU di Kota Makassar. Hal tersebut dilakukan untuk mengatur antrean kendaraan dan mendukung kelancaran pelayanan masyarakat di lapangan.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan antrean kendaraan di sejumlah SPBU Makassar mulai berkurang secara bertahap.
"Antrean di sejumlah SPBU di Makassar saat ini secara bertahap mulai melandai," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima, Senin (14/9/2026).
Kitty menambahkan bahwa pihaknya akan terus melakukan berbagai langkah untuk memperkuat pasokan dan pelayanan, serta berkolaborasi dengan Pemprov Sulawesi Selatan untuk mendukung kelancaran pelayanan BBM kepada masyarakat.
Selain pengaturan kendaraan melalui sistem ganjil-genap, Pertamina Patra Niaga memperkuat distribusi BBM dengan mengoperasikan mobil tangki selama 24 jam.
Sebanyak 25 SPBU di Makassar juga beroperasi sepanjang hari agar masyarakat memiliki lebih banyak waktu untuk mendapatkan pelayanan.
Pertamina juga turut menambah alat penyalur (nozzle) BBM subsidi dan operator di sejumlah SPBU. Tiga unit SPBU Modular juga dioperasikan sebagai tambahan titik distribusi BBM di Makassar.
"Berbagai langkah ini kami lakukan untuk memastikan pasokan dan pelayanan terus berjalan secara optimal. Kami juga terus memantau kondisi di lapangan dan melakukan penyesuaian sesuai kebutuhan, sehingga masyarakat dapat memperoleh BBM dengan lebih lancar," tambahnya.
(smr/ros)































