Adapun hingga semester I 2026, BNI membukukan laba bersih Rp10,8 triliun, tumbuh 7% secara tahunan. Capaian tersebut telah mencapai sekitar 51% dari target laba berdasarkan konsensus pasar.
Payout Ratio BNI Naik Jadi 65%
Kebijakan dividen BNI dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan payout ratio. Untuk tahun buku 2025, pemegang saham menyetujui pembagian dividen Rp13,03 triliun, setara 65% dari laba bersih konsolidasian sebesar Rp20,04 triliun.
Dividen tersebut setara Rp349,41 per saham dan dibayarkan pada April 2026. Dengan kepemilikan sekitar 60%, Danantara berpotensi menerima sekitar Rp7,82 triliun dari pembagian dividen BNI tersebut.
Sementara itu, sekitar 35% laba bersih atau Rp7,01 triliun dialokasikan sebagai saldo laba ditahan untuk mendukung ekspansi bisnis dan penguatan permodalan perseroan.
Rasio pembayaran dividen tersebut juga meningkat dibandingkan 2022 yang masih berada di level 25%. Dalam dua tahun terakhir, payout ratio BNI berada di level 65%.
Kondisi tersebut menjadi konteks penting bagi rencana dividen interim 2026, karena manajemen kini perlu menyeimbangkan pemberian imbal hasil kepada pemegang saham dengan kebutuhan menjaga modal di tengah ekspansi kredit.
(dhf)





























