Logo Bloomberg Technoz

“Kita harus bisa memahami brand seseorang, memberikan akses ke pustaka konten yang besar, memungkinkan mereka mengunggah library aset brand. Lalu bekerja dengan tim mereka untuk mengumpulkan konten, mengembangkan template, dan melakukan semua hal yang akhirnya membuat pengalaman desain menjadi lebih mudah,” tegas Adams.

Canva telah bertahun-tahun membangun produk desain secara menyeluruh sebelum kemudian memasukkan AI ke dalam platform. Kini, AI dibawa ke dalam Visual Suite dan menjadi bagian dari alur kerja pengguna.

AI digunakan untuk membantu membuat dan mengolah konten, sementara berbagai kebutuhan seperti dokumen, presentasi, desain, video, hingga kolaborasi tetap dapat dilakukan dalam satu platform.

“Membangun produk desain secara menyeluruh adalah sesuatu yang tidak terlalu banyak didalami banyak pihak, itu merupakan keunggulan Canva karena kami telah menghabiskan bertahun-tahun membangun hal tersebut,” tutur Adams.

Strategi tersebut mulai terlihat dari penggunaan Canva di lingkungan perusahaan. Canva mencatat penggunaan alur kerja yang melibatkan berbagai jenis desain meningkat 150% secara tahunan. Penggunaan Canva tersebut membantu memangkas waktu penyelesaian konten dari yang sebelumnya membutuhkan beberapa hari menjadi hanya beberapa menit.

“Bagi kami, ini tentang memperluas visi awal tersebut, dari memberdayakan individu untuk menciptakan konten terbaik hingga membantu organisasi perusahaan melakukan pekerjaan terbaik mereka, di berbagai tim, alur kerja, dan format,” ujar Adams.

Pada skala lokal, pasar Indonesia adalah yang terbesar di Asia, bahkan masuk jajaran tiga besar secara global. 

Dalam setahun terakhir, lebih dari 1,2 miliar desain dibuat di Indonesia melalui Canva. Perangkat mobile jadi andalan, dimana 75% pengguna mengeksplorasi Visual Suite. Dua pertiga presentasi yang dibuat juga memanfaatkan platform mobile.

Lebih dari 1 juta desain dibuat oleh pengguna Indonesia dalam setahun terakhir, mencakup presentasi, dokumen, konten media sosial, dan video. Sebagian besar pengguna di Indonesia juga telah menggunakan Visual Suite.

“Kami ingin membuat pengguna merasa seperti berada di dalam produk yang benar-benar dibuat untuk Indonesia. Itu sangat penting bagi kami,” pungkas dia.

(mef/wep)

No more pages