Logo Bloomberg Technoz

Tidak hanya di area penambangan, pihak manajemen juga memastikan jalur distribusi dan transportasi batu bara hingga saat ini masih aman dari gangguan dampak erupsi.

“Untuk kegiatan logistik dan pengiriman batu bara, hingga saat ini juga berjalan normal dan belum terdapat dampak signifikan terhadap kelancaran pengiriman,” tegasnya.

Meskipun operasional masih berjalan lancar, PTBA tetap mengambil langkah taktis untuk mengantisipasi potensi risiko dari peningkatan aktivitas vulkanik tersebut.

Perusahaan terus memantau perkembangan situasi lapangan secara intensif dan menjalin koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah serta aparat penegak hukum (APH). Selain koordinasi eksternal, perlindungan terhadap para pekerja di area operasional juga menjadi prioritas utama.

“Perseroan juga meningkatkan kewaspadaan dengan memastikan pekerja menggunakan APD lengkap dan mengurangi aktivitas di luar ruangan yang tidak bersifat prioritas,” ungkap Eko.

Dia menegaskan keselamatan pekerja merupakan prioritas tertinggi. Pihak manajemen tidak ragu untuk mengambil tindakan tegas dan menyesuaikan skema operasional apabila situasi mengalami peningkatan eskalasi yang membahayakan.

“Penyesuaian operasional akan dilakukan apabila terdapat perkembangan kondisi yang berpotensi meningkat eskalasinya dan memengaruhi keselamatan pekerja maupun kegiatan perusahaan secara langsung dan masif,” katanya.

Sebagai informasi, lokasi tambang utama PTBA berpusat di kawasan Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan, yang mencakup Unit Penambangan Air Laya, Muara Tiga Besar, dan Banko.

Selain itu, PTBA memiliki konsesi tambang di area Lahat (Sumatra Selatan), Peranap (Riau), serta beberapa lokasi pengembangan di Kalimantan Timur.

Operasi tambang darat di Tanjung Enim menjadi tulang punggung produksi perusahaan untuk menyokong ketahanan energi nasional.

Dalam rantai logistiknya, pengangkutan batu bara dari Tanjung Enim didominasi oleh jalur darat berbasis rel menggunakan kereta api barang yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Setelah tiba di titik pangkalan kereta, batu bara dilanjutkan menggunakan kapal tongkang (barge) dan kapal laut besar (vessel) untuk pengiriman jalur air.

Untuk pasar domestik, batu bara dikirim melalui Pelabuhan Tarahan di Bandar Lampung serta Dermaga Kertapati/Kramasan di Palembang. batu bara tersebut disalurkan untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik PLN—seperti PLTU Suralaya di Banten dan PLTU Jawa 7—serta sektor industri di Pulau Jawa.

Pasokan energi ini juga mencakup wilayah Sumatra melalui PLTU Mulut Tambang di Tanjung Enim hingga kawasan industri di Sulawesi dan Kalimantan.

(smr/wdh)

No more pages