Pada lelang sebelumnya, PBS030 menjadi seri dengan permintaan paling tinggi. Penawaran yang masuk mencapai Rp3,6 triliun dan pemerintah memenangkan Rp1,15 triliun, sehingga menghasilkan bid-to-cover ratio 3,13 kali dengan yield rata-rata tertimbang 6,63%.
Sebaliknya, PBS040 hanya mencatat bid-to-cover ratio 1,12 kali, meski penawaran yang masuk alias incoming bids mencapai Rp4,12 triliun. Hal itu juga terjadi pada PBS034 dan PBS038 yang mencatat bid-to-cover ratio 1,58 kali dan 2,13 kali, dengan yield rata-rata tertimbang 7,09% dan 7,16%.
Dalam lelang SBSN hari ini, kemungkinan seri PBS030 masih menjadi salah satu seri paling menarik dalam lelang ini. Dengan tenor 2 tahun (15 Juli 2028), seri ini menawarkan durasi yang relatif pendek daripada seri PBS lainnya.
Pada lelang sebelumnya, seri ini mendulang bid-to-cover ratio paling tinggi 3,13 kali. Dengan kondisi pasar saat ini yang masih menghadapi risiko volatilitas, seri dengan durasi pendek sepertinya masih akan digemari.
Namun begitu, dengan kondisi pasar obligasi sepekan terakhir yang mencatat kenaikan yield di tenor panjang, investor kemungkinan juga akan meminta kompensasi yang cukup besar untuk masuk ke tenor panjang di instrumen SBSN ini. Yield untuk seri PBS038 diperkirakan akan menyentuh 7,15%, sementara seri PBS034 kemungkinan berada di rentang 7,1%-7,2%.
Dalam lelang kali ini, rupiah menjadi salah satu penopang. Rupiah yang relatif stabil di rentang Rp17.650-Rp17.690/US$ menjadi katalis yang memperkuat posisi instrumen surat utang domestik, termasuk SBSN alias sukuk ini.
Berikut daftar seri yang dilelang hari ini:
(dsp/aji)































