MAGMA Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai sumber informasi mengenai aktivitas gunung api. Platform tersebut mengintegrasikan sejumlah informasi kebencanaan geologi dalam satu sistem.
Beberapa fitur utama yang tersedia meliputi:
-
Peta interaktif berbasis GIS yang menampilkan persebaran gunung api, wilayah rawan bencana, serta lokasi gempa secara visual.
-
Notifikasi real-time yang memberikan informasi ketika terjadi perubahan aktivitas vulkanik maupun kejadian gempa tertentu.
-
Volcanic Activity Report atau VAR yang memuat hasil pengamatan visual dan instrumental serta tingkat aktivitas gunung api.
-
Peta Kawasan Rawan Bencana atau KRB yang memberikan gambaran mengenai zona bahaya di sekitar gunung api.
-
Rekomendasi mitigasi yang berisi langkah antisipasi berdasarkan tingkat ancaman masing-masing gunung api.
-
Informasi gempa bumi terkini, termasuk gempa dengan magnitudo di atas 5,0 dan gempa yang dirasakan masyarakat.
Salah satu fungsi penting MAGMA Indonesia adalah pemantauan aktivitas gunung api. Sistem tersebut memungkinkan pengguna melihat kondisi gunung api di Indonesia berdasarkan tingkat aktivitas yang berlaku.
Informasi yang dapat ditemukan masyarakat antara lain status gunung api, data pengamatan dari pos pemantauan, riwayat erupsi, perubahan status aktivitas, serta lokasi gunung api melalui peta digital.
Status aktivitas gunung api yang ditampilkan mencakup empat tingkatan, yaitu Normal, Waspada, Siaga, dan Awas. Informasi tersebut dapat menjadi salah satu pertimbangan masyarakat sebelum melakukan aktivitas di sekitar kawasan gunung api.
Pendaki, wisatawan, masyarakat yang tinggal di sekitar gunung, hingga pelaku usaha di kawasan rawan bencana dapat memanfaatkan informasi tersebut untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
Informasi Gempa, Tsunami hingga Gerakan Tanah
Selain aktivitas vulkanik, MAGMA Indonesia menyediakan informasi mengenai gempa bumi. Data tersebut dapat membantu masyarakat mengetahui kejadian gempa berdasarkan lokasi, kedalaman, serta magnitudo.
Sistem juga menyediakan informasi terkait potensi tsunami. Fitur tersebut penting bagi masyarakat yang berada di wilayah pesisir karena informasi mengenai ancaman tsunami perlu diketahui secepat mungkin.
Informasi yang tersedia dapat mencakup peringatan tsunami, wilayah yang berpotensi terdampak, serta rekomendasi yang berkaitan dengan upaya evakuasi.
MAGMA Indonesia juga mencakup informasi mengenai gerakan tanah atau longsor. Bencana tersebut menjadi salah satu ancaman yang kerap terjadi di wilayah perbukitan dan pegunungan, terutama ketika kondisi tanah dipengaruhi curah hujan tinggi.
Informasi gerakan tanah yang tersedia meliputi:
-
Zona yang memiliki potensi gerakan tanah berdasarkan kondisi geologi dan geomorfologi.
-
Peringatan dini gerakan tanah yang mempertimbangkan curah hujan serta kondisi tanah.
-
Peta persebaran potensi gerakan tanah yang dapat digunakan sebagai informasi bagi masyarakat.
Data tersebut juga dapat membantu pemerintah daerah dalam mempertimbangkan aspek kebencanaan ketika melakukan perencanaan wilayah.
VONA untuk Keselamatan Penerbangan
Fitur lain yang memiliki peran penting adalah Volcano Observatory Notice for Aviation atau VONA. Informasi ini berkaitan dengan potensi penyebaran abu vulkanik ke atmosfer yang dapat membahayakan penerbangan.
Ketika gunung api mengalami erupsi, material abu yang mencapai ketinggian tertentu dapat mengganggu keselamatan pesawat. Karena itu, informasi mengenai pergerakan abu vulkanik menjadi bagian penting dalam mitigasi bencana.
Melalui VONA, informasi yang dapat diberikan antara lain:
-
Arah dan persebaran awan abu vulkanik.
-
Ketinggian kolom erupsi.
-
Informasi yang dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan rute penerbangan.
-
Perkiraan penyebaran abu berdasarkan kondisi meteorologi.
Dengan adanya informasi tersebut, MAGMA Indonesia tidak hanya berperan bagi masyarakat yang berada di darat. Data kebencanaan juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung aspek keselamatan penerbangan.
Cara Masyarakat Mengakses MAGMA Indonesia
Masyarakat dapat memperoleh informasi MAGMA Indonesia melalui beberapa kanal yang tersedia. Salah satunya adalah portal web resmi yang dapat dibuka menggunakan komputer maupun smartphone.
Selain melalui portal web, MAGMA Indonesia juga tersedia dalam bentuk aplikasi Android yang dapat diunduh secara gratis melalui Google Play Store.
Penggunaan aplikasi memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin memantau perkembangan kebencanaan melalui perangkat seluler. Notifikasi dapat membantu pengguna memperoleh informasi mengenai kejadian tertentu tanpa harus terus-menerus membuka aplikasi.
MAGMA Indonesia juga menjadi salah satu contoh pengembangan teknologi pemerintah yang memanfaatkan teknologi open-source. Sistem tersebut dikembangkan secara mandiri untuk menyesuaikan kebutuhan mitigasi bencana geologi di Indonesia.
Pada 2026, MAGMA Indonesia mendapatkan Honourable Mention dalam ajang United Nations Public Service Awards atau UNPSA 2026 yang diselenggarakan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Tbilisi, Georgia.
MAGMA Indonesia masuk dalam 12 inovasi layanan publik terbaik dunia untuk kategori "Delivering Inclusive and Equitable Services to Leave No One Behind".
Penghargaan tersebut menjadi salah satu capaian yang menunjukkan bahwa sistem informasi kebencanaan yang dikembangkan di Indonesia mampu mendapatkan pengakuan di tingkat internasional.
Manfaat MAGMA Indonesia bagi Masyarakat
Keberadaan sistem informasi kebencanaan terintegrasi memberikan manfaat bagi berbagai kelompok. Informasi yang tersedia tidak hanya ditujukan untuk masyarakat umum, tetapi juga dapat digunakan oleh pihak yang memiliki kebutuhan khusus terhadap data kebencanaan.
Beberapa kelompok yang dapat memanfaatkan MAGMA Indonesia antara lain:
-
Masyarakat umum, untuk mengetahui perkembangan ancaman bencana dan rekomendasi mitigasi.
-
Pemerintah daerah, sebagai salah satu sumber data dalam pengambilan keputusan terkait kebencanaan.
-
Pendaki dan wisatawan, untuk memeriksa kondisi serta status aktivitas gunung api sebelum melakukan perjalanan.
-
Industri penerbangan, melalui informasi VONA terkait potensi abu vulkanik.
-
Peneliti dan akademisi, yang dapat memanfaatkan data historis kegempaan dan vulkanologi untuk kebutuhan penelitian.
Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana, memahami informasi sebelum kondisi darurat terjadi menjadi bagian penting dari kesiapsiagaan. Informasi mengenai perubahan aktivitas gunung api, gempa, tsunami, maupun gerakan tanah dapat membantu masyarakat menentukan langkah antisipasi.
MAGMA Indonesia pada akhirnya menjadi salah satu sarana pemerintah untuk menjembatani data teknis kebencanaan dengan kebutuhan informasi masyarakat. Penyajian data dalam bentuk peta, laporan, peringatan, dan rekomendasi membuat informasi geologi lebih mudah diakses.
Masyarakat dapat memanfaatkan platform tersebut sebagai salah satu rujukan informasi kebencanaan geologi. Namun, dalam kondisi darurat, informasi dan arahan dari otoritas berwenang tetap perlu menjadi perhatian utama.
Dengan akses terhadap informasi yang cepat dan mudah dipahami, masyarakat memiliki peluang lebih besar untuk mempersiapkan diri sebelum bencana terjadi. Kesiapsiagaan tersebut menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko dan dampak bencana geologi di Indonesia.
(seo)



























