Kepada masyarakat yang terdampak abu vulkanik, Kepala Negara mengimbau untuk menjaga kesehatan dengan menggunakan masker atau pelindung pernapasan, mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi abu cukup pekat, serta mengikuti petunjuk dari petugas kesehatan dan pemerintah daerah.
“Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tetapi tidak boleh lengah. Presiden akan terus memantau perkembangan keadaan dan mengambil setiap keputusan serta langkah yang diperlukan untuk memastikan keselamatan dan melindungi seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.
Menyitir situs Magma Indonesia, gunung Anak Krakatau masih berstatus level tiga atau siaga. Gunung api tertutup kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati, cuaca berawan, angin lemah hingga sedang ke arah barat laut.
“Rekomendasi, masyarakat, pengunjung, wisatawan, pendaki tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif,” sebagaimana dikutip melalui Magma Indonesia, Senin (7/9/2026).
Perlu diketahui, Kementerian ESDM mengatakan aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda terus dipantau setelah mengalami episode erupsi menerus yang berlangsung selama sekitar 25 jam. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan bahwa episode erupsi tersebut telah berakhir. Namun tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap berada pada level tiga atau siaga.
(dov/del)

























