Logo Bloomberg Technoz

"Jika AS mengambil sikap yang membuat kita tidak bisa lagi menjadi mitra mereka dalam industri otomotif, ada banyak kemungkinan yang terbuka," ujar Brown. "Ada perusahaan-perusahaan global yang menginginkan tenaga kerja Kanada."

Stellantis menyatakan tidak ada hal yang bisa diumumkan saat ini. "Fokus kami tetap pada pencarian solusi manufaktur yang berkelanjutan untuk fasilitas Brampton Assembly," kata juru bicara LouAnn Gosselin melalui surel.

Dalam pernyataan susulan, kantor Brown menambahkan bahwa tidak ada rencana konkret dalam waktu dekat yang melibatkan produsen mobil listrik asal Tiongkok tersebut. "BYD tidak memiliki minat segera terhadap pabrik Stellantis di Brampton," demikian pernyataan tersebut.

Perwakilan BYD tidak menanggapi permintaan komentar. Perusahaan asal Tiongkok ini sebelumnya pernah memiliki kegiatan manufaktur di Kanada; mereka pernah memproduksi bus di wilayah pinggiran Toronto lainnya. Saat ini, perusahaan tersebut tidak memproduksi mobil penumpang maupun truk di wilayah Kanada ataupun Amerika Serikat.

Presiden Donald Trump telah memberlakukan tarif sebesar 25% terhadap mobil dan truk impor, meskipun untuk kendaraan buatan Kanada, tarifnya lebih rendah bergantung pada persentase komponen buatan AS yang digunakan. Pekan lalu, Trump mengancam akan menaikkan tarif tersebut menjadi 50% mulai 1 Januari dan mengenakan tarif pada suku cadang otomotif dari Kanada, seiring memuncaknya ketegangan antara kedua negara.

"Stellantis mengatakan kepada saya bahwa selama masih ada tarif untuk kendaraan bermotor, tidak ada alasan bisnis yang kuat untuk mempertahankan lapangan kerja di sektor otomotif Kanada," ujar Brown. Situasi tersebut berlaku "baik tarifnya 8%, 50%, maupun 100%," tambahnya.

Pada bulan Januari, Perdana Menteri Kanada Mark Carney mencapai kesepakatan untuk menurunkan tarif bagi kendaraan listrik asal Tiongkok. Perdana Menteri menilai langkah itu perlu diambil sebagai respons atas tindakan AS yang merugikan industri otomotif Kanada, seraya menyatakan bahwa tujuan pemerintah adalah mendatangkan "investasi usaha patungan baru dari Tiongkok ke Kanada" demi "menciptakan lapangan kerja baru di bidang manufaktur otomotif bagi para pekerja Kanada."

Pabrik di Brampton tersebut sudah tidak memproduksi kendaraan sejak akhir tahun 2023. Mengingat belum adanya tanda-tanda kesepakatan perdagangan AS-Kanada dalam waktu dekat, Brown mengaku memiliki "prognosis yang cukup suram" terkait kemungkinan pembukaan kembali pabrik tersebut.

Brown menyebutkan bahwa perusahaan pertahanan Kanada, Roshel Inc. dan Dominion Dynamics, juga sempat menanyakan perihal fasilitas tersebut. Roshel berminat memproduksi kendaraan lapis baja ringan serbaguna, sementara Dominion tertarik memproduksi pesawat nirawak (drone). Kedua perusahaan tersebut tidak menanggapi permintaan komentar.

"Semua perusahaan yang datang ke kantor kami menyatakan bahwa pabrik Stellantis tersebut memiliki sejumlah peralatan dasar yang memungkinkan dilakukannya transisi secara efektif," kata Brown.

Ia berharap perusahaan mana pun yang mengambil alih lokasi tersebut akan mempekerjakan setidaknya sebagian dari 3.000 orang yang sebelumnya memproduksi mobil untuk Stellantis.

"Saya telah menegaskan bahwa saya ingin melihat Unifor menjadi bagian dari solusi," ujar Brown. "Sejauh ini saya tidak mendengar keberatan dari perusahaan-perusahaan tersebut, namun pada akhirnya, mereka semua adalah bisnis yang berorientasi pada keuntungan dan persaingan pasar."

(bbn)

No more pages