Lebih lanjut, Walhi mencatat perusahaan sawit dengan titik panas terbanyak di dalam konsesi adalah PT Bagus Sentosa Gemilang dengan 637 titik panas, PT Tri H.M 1 dengan 573 titik panas, PT Tri H.M 2 dengan 573 titik panas, PT Lestari Alam Raya dengan 469 titik panas, dan PT Sumatera Unggul Makmur dengan 280 titik panas.
Sementara itu, di sektor PBPH, titik panas terbanyak berada di konsesi PT Dwima Intiga dengan 866 titik panas dan PT Kiani Lestari dengan 707 hotspot titik panas.
Adapun, Walhi mencatat sejak 1 Januari hingga 27 Juli 2026 terdapat 118.420 titik panas di seluruh Indonesia dengan luas indikatif areal karhutla mencapai 107.649 hektare (ha).
Walhi mengungkapkan bahwa Kalimantan Barat menjadi provinsi dengan jumlah titik panas tertinggi, yakni 17.236 titik dengan luas indikatif karhutla mencapai 28.680 ha,
Secara menyeluruh, Pulau Kalimantan mencatat 34.262 titik panas dengan luas indikatif karhutla mencapai 33.837 ha.
Lebih lanjut, Walhi mencatat terjadi tren peningkatan titik panas cukup signifikan pada Juli 2026, setelah relatif rendah pada April hingga Juni.
Pada April—Juni 2026 Walhi mencatat jumlah titik panas berkepercayaan tinggi tidak lebih dari 74 titik per bulan, kemudian melonjak menjadi 615 titik panas pada Juli 2027.
“Kalimantan Barat menjadi wilayah dengan peningkatan paling tajam dengan 778 hotspot, atau sekitar 65% dari total hotspot berkepercayaan tinggi di Pulau Kalimantan. Kondisi ini menunjukkan bahwa ancaman karhutla telah memasuki fase yang harus direspons sebagai peringatan dini sebelum memasuki puncak musim kemarau,” ungkap Uli.
Sektor Migas Terdampak
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) melaporkan terdapat 10 wilayah kerja (WK) minyak dan gas (migas) terdampak oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia.
Meskipun demikian, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto memastikan peristiwa kebakaran tersebut belum memberikan dampak signifikan terhadap kegiatan produksi hulu migas nasional.
“Kegiatan produksi masih berjalan dan tidak terdampak,” kata Djoko saat dihubungi, Jumat (28/8/2026).
Berdasarkan laporan SKK Migas, berikut adalah daftar 10 WK dari 10 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang terdampak karhutla di Indonesia:
- PT Bumi Siak Pusako (Status Karhutla: Siaga) – Provinsi Riau
- PT Sele Raya Belida (Status Karhutla: Siaga) – Provinsi Sumatra Selatan
- Pertamina EP Prabumulih (Status Karhutla: Siaga) – Provinsi Sumatra Selatan
- BP Berau (Status Karhutla: Siaga) – Provinsi Papua Barat
- Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan (Status Karhutla: Siaga) – Provinsi Riau
- Pertamina EP Regional 1 Zona 4 Limau Field (Status Karhutla: Siaga) – Provinsi Sumatra Selatan
- Pertamina EP Zona 4 Ramba Field (Status Karhutla: Tanggap Darurat) – Provinsi Sumatra Selatan
- Pertamina EP (PEP) Jambi Field (Status Karhutla: Tanggap Darurat) – Provinsi Jambi
- Pertamina Hulu Energi (PHE) Sanga Sanga (Status Karhutla: Tanggap Darurat) – Provinsi Kalimantan Timur
- Pertamina Hulu Mahakam (Status Karhutla: Tanggap Darurat) – Provinsi Kalimantan Timur
(azr/wdh)

































