Logo Bloomberg Technoz

Selain itu, Kemenpar merencanakan pembangunan rumah layak tinggal bagi masyarakat. Sebelumnya, Kemenpar bersama pemerintah daerah telah membangun 40 unit rumah layak tinggal bagi masyarakat adat Sade.

Sementara untuk jangka pendek, langkah yang dilakukan meliputi; Pertama, penyediaan dan distribusi stok makanan untuk para korban terdampak. Kedua, pembuatan Dapur Umum dan bantuan logistik, di mana Kementerian Pariwisata melalui Politeknik Pariwisata Lombok, bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, TNI/POLRI, dan Palang Merah Indonesia (PMI).

Ketiga, Program pemberdayaan bagi masyarakat dan pelaku pariwisata harus terus dilanjutkan dan diperkuat. Program pemberdayaan seperti: Trauma Healing bagi korban terdampak khususnya anak kecil, Memberikan Bimbingan Teknis (Bimtek) secara berkala kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan warga desa terkait prosedur Standard Operating Procedure (SOP) tanggap darurat dan evakuasi wisatawan.

Selain itu, penguatan pendampingan pembangunan usaha bagi masyarakat adat Sade turut dilakukan Kemenpar dengan dukungan lintas sektor, seperti modal  bekerja para pelaku usaha pariwisata, fasilitas pendukung alat menenun,  dan realokasi tempat sementara untuk menghidupkan aktivitas ekonomi bagi masyarakat adat Sade secara bertahap.

Terakhir, merencanakan pembangunan museum sementara dan masjid, yang ditargetkan selesai menjelang periode peak season, khususnya pada momentum penyelenggaraan MotoGP di Mandalika.

"Mudah-mudahan melalui upaya, kolaborasi, dan gotong royong seluruh pihak, baik ekosistem pariwisata, pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun swasta, kita bisa bersama-sama membangun kembali desa ini. Tentunya masyarakat desa sendiri harus dilibatkan dalam seluruh prosesnya," ujar dia.

(prc/frg)

No more pages