Logo Bloomberg Technoz

Edison SpA asal Italia, salah satu pelanggan QatarEnergy, menyatakan bahwa pembatalan diperpanjang hingga awal November.

Trader lain di Eropa juga mulai menerima pemberitahuan serupa, menurut dua orang lainnya yang mengetahui perkembangan ini.

QatarEnergy tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Arus LNG melalui Selat Hormuz masih hampir terhenti total, meskipun semakin banyak kapal tanker minyak yang melintasi jalur air tersebut dengan taktik seperti shuttling—di mana kapal-kapal yang lebih kecil mengangkut minyak mentah melalui selat untuk dipindahkan ke kapal yang lebih besar yang menunggu di luar.

Beberapa kapal tanker juga mematikan transponder saat melintasi wilayah berisiko tinggi.

Qatar bersikap lebih hati-hati dalam mengirimkan kargo melalui Hormuz karena kapal pengangkut LNG lebih langka dan lebih bernilai dibandingkan dengan kapal tanker minyak, kata Masanori Odaka, seorang analis di Rystad Energy. 

Selain itu, kapal-kapal ini memiliki keterkaitan erat dengan perusahaan produsen dan pemilik kapal milik negara tersebut, tambahnya.

"Melakukan pelayaran tanpa sinyal [going dark] atau melintasi jalur berisiko tinggi dengan kapal-kapal tersebut merupakan pertaruhan modal dan keselamatan yang jauh lebih besar dibandingkan melakukan hal serupa dengan kapal tanker minyak," ujar Odaka.

"Minyak bisa diangkut dengan sistem shuttle dan dipindahkan; tetapi LNG Qatar belum bisa dilakukan dengan cara demikian dalam skala besar."

Qatar sebagian besar telah menghentikan pengiriman LNG melalui Hormuz sejak dua kapal yang mengangkut bahan bakarnya diserang pada bulan Juli.

Gangguan ini mengancam kelancaran arus pasokan di jalur air yang menangani sekitar seperlima dari pasokan LNG global tahun lalu, mengingat kesepakatan damai antara AS dan Iran masih belum tercapai.

Kondisi ketat ini telah mendorong harga LNG di Eropa dan Asia hingga hampir dua kali lipat dari tingkat harga sebelum konflik.

Gangguan yang berkepanjangan dapat memperparah persaingan antara kedua wilayah tersebut dalam memperebutkan kargo yang terbatas menjelang musim dingin, yang pada gilirannya akan semakin mendongkrak harga.

Qatar telah mengoperasikan fasilitas Ras Laffan dengan kapasitas yang dikurangi setelah fasilitas tersebut diserang dan ditutup pada Maret.

Fasilitas tersebut disiagakan untuk meningkatkan produksi secara cepat jika Selat Hormuz dibuka kembali.

(bbn)

No more pages