Logo Bloomberg Technoz

Meningkatnya permintaan bahan bakar ini di tengah kondisi persediaan yang sangat rendah dapat memicu kenaikan harga lebih lanjut serta mendorong inflasi yang dipicu oleh sektor energi.

Konflik yang melibatkan Iran telah mengguncang pasar energi, tetapi aliran minyak mentah terbukti lebih tangguh dibandingkan dengan produk olahan; ekspor bahan bakar olahan yang melewati Selat Hormuz bahkan telah berkurang hingga hampir tidak ada sama sekali.

Situasi ini diperparah oleh langkah Rusia yang menghentikan ekspor diesel di tengah serangan pesawat nirawak (drone) Ukraina terhadap kilang-kilang minyaknya.

Moskwa sedang mempertimbangkan untuk memperpanjang larangan ekspor tersebut selama satu bulan lagi, yang akan makin menekan mitra-mitra dagangnya.

Harga eceran diesel di AS telah melampaui US$5,60 per galon—mendekati level tertinggi sejak awal konflik AS-Iran dan hanya terpaut kurang dari 20 sen dari rekor tertinggi sepanjang masa yang tercatat pada 2022. Sementara itu, harga bensin di AS tetap bertahan tinggi di atas US$4 per galon.

Margin kilang AS untuk produksi diesel telah melonjak ke rekor tertinggi dalam beberapa pekan terakhir, yang mencerminkan tingginya permintaan global terhadap bahan bakar produksi AS.

Ekspor bahan bakar tersebut dari AS telah mencapai tingkat yang luar biasa tinggi, tetapi pasokan yang ada masih jauh dari cukup untuk menutupi kekurangan akibat hilangnya pasokan produk tersebut.

(bbn)

No more pages