“Saya memperkirakan smartphone lipat Apple bergaya paspor ini akan sukses besar meskipun harganya mencapai US$2.500 (setara Rp44,3 juta),” kata Direktur Riset Senior IDC, Nabila Popal.
“Segmen konsumen 'kelas atas' menjadi target utama di sini, yang akan antre untuk membeli perangkat tersebut.”
Perangkat ponsel lipat, yang umumnya berukuran sekitar smartphone dan dapat dibuka seperti buku untuk berubah menjadi tablet, telah lama menjadi segmen khusus.
Popal memandang Apple akan memberikan momentum baru dan membantu mencegah penurunan dua digit pada pasar perangkat lipat tahun ini. Kategori ini akan tumbuh 12,6% tahun ini dan meningkat menjadi 18% tahun depan.
Baca Juga: Alasan Mengapa Tahun 2026 Bukan Waktu Terbaik Beli iPhone Terbaru
IDC meramalkan bahwa produsen iPhone ini pada akhirnya akan menguasai 40% dari seluruh pengiriman perangkat lipat pada tahun 2027.
Walau hanya sebagian kecil dari pasar smartphone yang berjumlah lebih dari 1 miliar unit, ponsel lipat menawarkan peluang menguntungkan bagi produsen berkat harganya yang premium.
Pasar smartphone secara keseluruhan kini diperkirakan akan mengalami penurunan sebesar 16,7% — angka terendah sepanjang sejarah—tahun ini, kata IDC. Angka ini adalah hasil revisi perkiraannya sebelumnya dimana penurunan bakal terjadi lebih tajam.
Kenaikan harga chip memori dan komponen lainnya membatasi produksi dan mendorong kenaikan harga.
“Komponen-komponen yang memungkinkan keberadaan AI adalah komponen yang sama yang saat ini mengalami kelangkaan, dan biayanya langsung dibebankan ke harga eceran,” kata Francisco Jeronimo dari IDC. “Era smartphone murah telah berakhir.”
(bbn)






























