Meski demikian, logam mulia ini telah naik 14% bulan ini menyusul intervensi tak terduga Departemen Keuangan AS di pasar obligasi pekan lalu.
Upaya untuk mengendalikan biaya tumpukan utang AS telah membangkitkan kembali minat terhadap strategi investasi yang memanfaatkan penurunan nilai mata uang. Strategi ini sebelumnya turut mendorong reli emas hingga mencetak rekor tahun lalu, saat investor membeli logam mulia sebagai lindung nilai terhadap defisit anggaran yang melonjak dan pelemahan dolar.
Pemulihan signifikan harga emas dalam beberapa pekan terakhir juga telah membawa logam mulia melampaui rata-rata pergerakan 200 hari, yang sering dianggap sebagai indikator penting momentum pasar.
Sebagai tanda partisipasi investor yang lebih luas, dana yang diperdagangkan di bursa berbasis emas batangan yang dipantau oleh Bloomberg mencatat penambahan kepemilikan lebih dari 28 ton pada pekan lalu, jumlah terbesar sejak Januari.
"Logam mulia tampak stabil di kisaran harga yang lebih tinggi ini," tulis analis TD Securities, Ryan McKay dan Bart Melek, dalam sebuah catatan, sembari menyoroti terbatasnya potensi kenaikan jangka pendek akibat tingginya harga energi dan risiko inflasi yang terus berlanjut.
"Kami memperingatkan bahwa reli ini mungkin terjadi terlalu dini untuk memicu lonjakan kembali ke rekor tertinggi," ujar mereka.
Investor akan mencari petunjuk mengenai pendekatan The Fed terhadap inflasi saat Kevin Warsh menyampaikan pidato besar pertamanya sebagai ketua bank sentral pada hari Jumat.
Pidato yang sangat dinanti-nantikan di simposium Jackson Hole ini memberikan kesempatan bagi Warsh untuk menepis kritik yang menyebutkan bahwa ia kurang terbuka mengenai pandangannya terhadap perekonomian.
Presiden Federal Reserve Bank of Boston, Susan Collins, menyatakan dukungannya untuk mempertahankan suku bunga tetap stabil saat ini, dengan syarat terlihat adanya kemajuan dalam upaya mengembalikan inflasi ke target 2% yang ditetapkan bank sentral.
Harga emas turun 1,4% menjadi US$4.590,32 per ons pada pukul 16.14 waktu New York. Harga perak turun menjadi US$68,06 per ons. Platinum dan paladium juga mengalami penurunan. Bloomberg Dollar Spot Index naik 0,2%.
(bbn)



























