Logo Bloomberg Technoz

Nvidia, perusahaan paling bernilai di dunia, merupakan penyedia utama akselerator AI, komponen kunci untuk melatih dan menjalankan model kecerdasan buatan. 

Status tersebut menjadikan laporan keuangan kuartalan perusahaan sebagai barometer bagi kondisi industri secara keseluruhan.

Saham perusahaan naik lebih dari 4% pada sesi perdagangan akhir menyusul pernyataan Kress tersebut.

Dalam laporan keuangan kuartal kedua Nvidia, Chief Executive Officer Jensen Huang menyatakan bahwa permintaan terus meningkat pesat. Ia juga menyoroti peluncuran lini cip terbaru perusahaan, Vera Rubin.

"Pembangunan infrastruktur AI sedang berjalan dengan kecepatan penuh," ujarnya. "Vera Rubin, yang kini memasuki tahap produksi penuh, diciptakan khusus untuk mendukung momen ini."

Pendapatan pada periode berjalan diperkirakan mencapai US$108 miliar, dengan margin kesalahan plus-minus 2%, menurut perusahaan. Angka ini melampaui estimasi rata-rata analis yang berada di angka US$105,2 miliar. Margin kotor diperkirakan berada di kisaran 74% pada kuartal tersebut.

Perusahaan memperingatkan bahwa margin akan menyusut dalam beberapa bulan mendatang seiring dengan lonjakan biaya memori yang harus dihadapi Nvidia. 

Perusahaan memperkirakan margin akan mencapai titik terendah pada kuartal keempat tahun fiskal—periode yang berakhir pada bulan Januari—di kisaran 71% hingga 72%.

Seiring dengan langkah Nvidia menaikkan harga jual produknya, angka margin tersebut diperkirakan akan stabil di kisaran 72% hingga 73% pada tahun fiskal 2028, kata Kress. 

Pesan utamanya adalah bahwa permintaan dari pelanggan tidak menunjukkan tanda-tanda melambat. 

Setelah bertahun-tahun mengalami pertumbuhan pesat, sebagian investor mulai khawatir akan potensi terjadinya gelembung pasar (bubble). 

Berbagai kesepakatan investasi Nvidia dengan perusahaan-perusahaan di ekosistem AI juga memicu kekhawatiran bahwa transaksi yang saling terkait (circular deals) dapat membuat industri ini berada pada posisi yang lebih rentan.

(bbn)

No more pages