Kontrak ini mencakup produksi pesawat, integrasi sistem, modernisasi, peningkatan kemampuan (upgrades), retrofit, pemeliharaan (sustainment), serta pembangunan kemampuan pemeliharaan depot secara internal untuk menyediakan dan mempertahankan kemampuan-kemampuan penting dari F-15 Eagle Weapon System bagi Angkatan Udara AS, Air National Guard, serta pelanggan Departemen Perang lainnya.
Pekerjaan akan dilakukan di St. Louis, Missouri dan diperkirakan selesai pada Agustus 2037. Periode pemesanan diperkirakan berakhir pada 24 Agustus 2031, dengan opsi perpanjangan hingga 24 Agustus 2036.
Kontrak ini diberikan melalui pengadaan sumber tunggal (sole-source acquisition). Pada saat kontrak diberikan, dana fiskal 2026 dialokasikan untuk penelitian, pengembangan, pengujian, dan evaluasi sebesar US$343.740. Kontrak tersebut dikelola oleh Air Force Life Cycle Management Center, Wright-Patterson Air Force Base, Ohio.
Perlu diketahui, pengumuman ini disampaikan usai Wakil Menteri Perang Amerika Serikat untuk Urusan Kebijakan, Elbridge Colby berkunjung ke Indonesia pada awal bulan ini. Mulanya, Colby bertemu dengan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin pada Selasa (11/08/2026). Dalam pertemuan tersebut, Sjafrie menekankan pentingnya kerja sama pertahanan yang memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kemampuan pertahanan Indonesia.
Kedua pihak bertukar pandangan mengenai perkembangan hubungan bilateral serta implementasi berbagai program dalam kerangka Major Defense Cooperation Partnership.
Sjafrie memastikan pengembangan kerja sama pertahanan dengan Amerika Serikat tidak diarahkan pada pembentukan pangkalan militer Amerika Serikat di Indonesia. Kerja sama difokuskan pada program-program yang memberikan manfaat bagi peningkatan kapasitas pertahanan nasional, khususnya pendidikan, pelatihan, peningkatan kemampuan personel, serta penguatan interoperabilitas sesuai kebutuhan dan kepentingan Indonesia.
Sjafrie mengatakan salah satu fokus penting kerja sama ke depan adalah peningkatan latihan bersama, termasuk latihan gabungan pasukan khusus, serta kerja sama yang mendukung peningkatan kemampuan dan profesionalisme TNI. Selain itu, fokus penting lainnya adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia pertahanan melalui pendidikan dan pelatihan.
Kesempatan bagi personel TNI untuk mengikuti pendidikan dan latihan di Amerika Serikat akan terus didorong dengan mengedepankan profesionalisme dan prinsip merit, sehingga personel yang memperoleh kesempatan merupakan mereka yang memiliki kompetensi dan memenuhi kualifikasi.
Selanjutnya, Colby bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta pada Rabu (12/08/2026). Dalam pertemuan tersebut, Prabowo dan Colby membahas penguatan hubungan dan kemitraan antara Indonesia dan Amerika Serikat.
Colby mengatakan pemerintah Amerika Serikat optimis untuk memperkuat hubungan dengan Indonesia. Menurutnya, penguatan hubungan ini berlandaskan pada prinsip saling menghormati dan peningkatan kerja sama kedua negara.
“Menurut saya, pihak pemerintah AS sangat optimistis untuk memajukan hubungan kami dengan Indonesia yang didasarkan pada prinsip kemitraan yang saling menghormati serta peningkatan kerja sama yang lebih mendalam,” ujar Colby kepada awak media, Rabu (12/08/2026).
Sekadar catatan, Indonesia sebenarnya sudah memiliki komitmen pembelian 24 unit pesawat tempur F-15EX. Hal ini termaktub dalam nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) komitmen pembelian yang ditandatangani oleh Prabowo di The Boeing Company, St. Louis, Missouri.
Pada 2024, Pabrikan pesawat asal Amerika Serikat, The Boeing Company, pernah mengatakan tengah bekerja sama dengan pemerintah untuk melakukan finalisasi terhadap pembelian 24 unit jet tempur F-15EX baru yang dilakukan oleh Indonesia melalui Prabowo yang saat itu masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan.
“Kami yakin ini adalah produk yang sempurna untuk meningkatkan kemampuan pertahanan Indonesia, dan saat ini kami bekerja sama dengan pemerintah Indonesia untuk menyelesaikan penjualan tersebut,” ujar Country Managing Director Boeing Indonesia Zaid Alami dalam diskusi media di kantornya, Senin (10/6/2024).
(dov/frg)































