Logo Bloomberg Technoz

Paramount telah memperoleh persetujuan regulator untuk kesepakatan dengan Warner Bros. dari 68 yurisdiksi di seluruh dunia, termasuk Departemen Kehakiman AS dan Uni Eropa. Hambatan regulasi terakhir adalah dua gugatan yang diajukan oleh 12 jaksa agung negara bagian yang dipimpin Partai Demokrat dan serikat pekerja Writers Guild. Jaksa Agung California Rob Bonta, yang memimpin gugatan negara-negara bagian tersebut, dijadwalkan menggelar pembicaraan penyelesaian pada Senin, tetapi membatalkannya dengan alasan adanya kebocoran informasi kepada media mengenai pembicaraan tersebut.

Saham Paramount naik 3% menjadi US$10,65 pada Selasa. Namun, saham tersebut telah turun sekitar 20% sepanjang tahun ini.

Jika kesepakatan dengan Warner Bros. terealisasi, Paramount akan memiliki kumpulan jaringan TV kabel AS terbesar. Perusahaan sedang mempertimbangkan untuk menawarkan negosiasi perjanjian distribusi secara terpisah dengan operator kabel untuk berbagai bagian dari bisnis televisinya sebagai salah satu cara menyelesaikan gugatan tersebut, menurut sejumlah sumber. Biaya yang dibayarkan penyedia layanan TV berbayar seperti Comcast Corp. dan DirecTV merupakan sumber pendapatan yang sangat besar bagi perusahaan.

Bonta mengatakan perubahan struktural pada kesepakatan tersebut harus menjadi bagian dari penyelesaian, bukan kesepakatan perilaku yang mungkin sulit ditegakkan setelah transaksi selesai.

“Kami telah mengidentifikasi tiga pasar dalam gugatan kami, terkait distribusi film secara luas di bioskop, distribusi film blockbuster, dan lisensi saluran kabel,” kata Bonta dalam wawancara dengan Bloomberg TV pada Senin. “Jika mereka ingin mengusulkan solusi struktural untuk masing-masing pasar tersebut, kami akan mendengarkannya.”

Juru bicara Paramount menolak berkomentar mengenai persyaratan penyelesaian.

“Paramount tetap berharap dan berkomitmen untuk melakukan pembicaraan dengan itikad baik bersama kantor Jaksa Agung Bonta demi penyelesaian yang efisien atas gugatan yang sedang kami hadapi,” kata perusahaan dalam pernyataan kepada Bloomberg News pada Selasa. “Pembicaraan tersebut, jika dilakukan, akan terbatas pada kantor jaksa agung dan pimpinan Paramount yang berwenang. Kami menghargai tingginya perhatian terhadap merger ini. Namun, laporan apa pun yang menyiratkan adanya pengetahuan mengenai detail pembicaraan tersebut hanyalah spekulasi, bukan fakta. Paramount tidak akan memberikan komentar lebih lanjut mengenai masalah ini.”

Paramount sebelumnya telah berupaya menjual saluran BET. Perusahaan juga mencari mitra strategis untuk MTV. Sejumlah calon pembeli juga mempertimbangkan untuk mengajukan tawaran atas jaringan Comedy Central milik perusahaan, menurut sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut.

Meskipun jaringan TV kabel kehilangan penonton dan pengiklan ke layanan streaming, bisnis tersebut masih menghasilkan banyak uang yang dianggap Paramount penting untuk membantu membiayai akuisisi Warner Bros. Para jaksa agung berpendapat bahwa dengan memiliki begitu banyak saluran, Paramount akan menaikkan biaya kepada distributor kabel dan pada akhirnya membebankan biaya tersebut kepada konsumen.

Rich Greenfield, analis di LightShed Partners, berpendapat Paramount seharusnya menjual saluran-saluran yang sebelumnya dimiliki Turner Broadcasting, termasuk TBS, TNT, dan CNN. Aset-aset tersebut berpotensi lebih berharga dibandingkan beberapa jaringan Warner Bros. lainnya, sebagian karena menayangkan olahraga. Namun, sebagai konsekuensinya, jaringan kabel kemungkinan akan dijual dengan kelipatan laba yang lebih rendah dibandingkan harga yang dibayarkan Paramount untuk seluruh Warner Bros., sehingga penjualan menjadi kurang menarik, katanya.

Menjual CNN juga akan menghilangkan kekhawatiran regulator mengenai tumpang tindih bisnis berita, karena CBS milik Paramount dan CNN milik Warner Bros. tidak akan berada di bawah satu perusahaan, kata Craig Huber dari Huber Research Partners.

“Saya pikir banyak politisi akan merasa lebih tenang jika CNN dipisahkan dan dijual sehingga tidak menjadi bagian dari kerajaan Paramount yang baru,” kata Huber dalam wawancara. “Separuh negara ini tidak ingin CNN dimiliki oleh entitas yang mungkin mengubah arah politik CNN.”

CEO Warner Bros. David Zaslav mengusulkan pemisahan jaringan kabel perusahaan tersebut tahun lalu, sebelum Paramount mulai berupaya mengakuisisi seluruh bisnis. Saat itu, Zaslav mengatakan jaringan Warner Bros. menyumbang sekitar 25% dari jumlah penayangan di layanan streaming HBO Max.

Netflix Inc. sempat menandatangani kesepakatan untuk membeli bisnis studio dan streaming Warner Bros. saja, sebelum mundur pada Februari setelah Paramount kembali dengan tawaran yang lebih tinggi.

(bbn)

No more pages