Logo Bloomberg Technoz

Adapun, sebelum dipercaya menjabat sebagai Komisaris Utama Japfa pada tahun 2010, Mayor Jenderal TNI (Purn.) H. Syamsir Siregar memiliki rekam jejak panjang di bidang militer dan intelijen negara.

Pria kelahiran Pematang Siantar, 23 Oktober 1941 ini mengawali karirnya setelah menamatkan pendidikan di Akademi Militer Nasional (AMN) pada tahun 1965.

Selama mengabdi di TNI Angkatan Darat (khususnya kesatuan Infanteri - Kostrad), ia memegang berbagai posisi strategis, seperti Komandan Brigade Infanteri 9/Daraka Yudha, Komandan Korem 142/Taroada Tarogau, Kepala Staf Kodam III/Siliwangi, hingga diangkat menjadi Panglima Kodam II/Sriwijaya (1993–1994).

Puncak karirnya di dunia militer ditandai saat ia menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen ABRI (BIA, kini BAIS TNI) pada periode 1994 hingga 1996.

Setelah pensiun dari dinas militer, rekam jejaknya di bidang intelijen membawa Syamsir Siregar ditunjuk oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) ke-13, menjabat dari tahun 2004 hingga 2009.

Pengalaman panjang dalam kepemimpinan militer serta pengabdian di puncak lembaga intelijen tertinggi negara inilah yang menjadi fondasi utama profil kepemimpinannya sebelum beralih ke dunia korporasi sebagai pimpinan dewan komisaris di Japfa.

(dhf)

No more pages