Dengan tahap awal program ini dimulai dengan 14 PLTS di provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Bangka Belitung dan Kepulauan Riau berkapasitas 5,3 GWp.
"Total investasinya Bapak Presiden dari 100 Gigawatt adalah kurang lebih sekitar US$73 miliar atau setara dengan Rp1.140 triliun lebih," jelasnya.
Adapun, Kementerian ESDM menetapkan target pembangunan 30 GW PLTS pada tahun ini. Pada saat yang sama, pemerintah menargetkan penghentian penggunaan 13 GW pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).
Pengembangan PLTS 100 GWp juga akan ditopang berbagai program infrastruktur EBT.
Pada 2026, pemerintah menyiapkan program infrastruktur EBT melalui APBN yang mencakup 39 lokasi PLTS Terpadu dengan kapasitas total sekitar 4.901,7 kWp.
(prc/naw)

























