Nilai pasar Shein telah merosot dari hampir US$100 miliar pada tahun 2022, tertekan oleh faktor-faktor seperti tarif Amerika Serikat, biaya kemasan, dan persaingan yang semakin ketat.
Didirikan di China daratan namun kini berkantor pusat di Singapura, peritel ini telah berupaya untuk go public selama beberapa tahun. Rencana awal untuk go public di AS dan kemudian di London gagal terlaksana.
Prospektus IPO Shein menunjukkan bahwa perusahaan mengalami kerugian US$99 juta pada kuartal pertama tahun 2026, berbalik dari laba sebesar US$395 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya, sementara pendapatan juga terus menurun.
Investor utama dalam IPO ini antara lain Boyu Capital, Tiger Global, General Atlantic, Tencent Holdings Ltd., dan UBS AM Singapore. Komitmen terbesar datang dari Boyu, yaitu sebesar US$150 juta, sedangkan Tiger Global sebesar US$53 juta, serta General Atlantic dan Tencent masing-masing sebesar US$50 juta, sesuai dengan ketentuan kesepakatan.
Shein berencana mengalokasikan penggalangan dana hasil IPO guna meningkatkan teknologi seperti sistem manajemen persediaan, berinvestasi dalam pemasaran guna memperbaiki citra perusahaan secara global dan memperluas kesadaran merek, mempromosikan tanggung jawab korporat, serta tujuan korporat secara umum, demikian pernyataan perusahaan.
Shein membangun imperium fast-fashion dengan menawarkan pakaian ber harga terjangkau dan mengikuti tren yang dikirim langsung dari pemasok. Akan tetapi, tarif AS yang diikuti oleh konflik di Timur Tengah telah menyebabkan kenaikan biaya bahan baku dan kenaikan harga bagi konsumen.
Shein telah meredam identitas asalnya sebagai perusahaan China selama bertahun-tahun, dengan memindahkan kantor pusatnya ke Singapura pada tahun 2021, tetapi terpaksa mengubah haluan setelah regulator di Tiongkok menahan persetujuan mereka untuk IPO di London.
Baca Juga: Shein Tersangkut Kasus Greenwashing di Eropa
Pemegang saham lainnya termasuk IDG Capital, Mubadala Investment Co., Coatue Management, dan HSG — yang sebelumnya dikenal sebagai Sequoia China. Mereka yang berinvestasi pada putaran pendanaan selanjutnya akan menerima kombinasi pembayaran tunai dan saham tambahan gratis untuk membantu menurunkan biaya dasar bagi mereka, demikian disebutkan dalam prospektus.
Goldman Sachs Group Inc., Morgan Stanley, dan JPMorgan Chase & Co. bertindak sebagai pendukung dalam IPO Shein.
(bbn)































