Dari Asia, sejumlah bank sentral dijadwalkan akan kembali menentukan suku bunga acuannya. Bank of Thailand diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan di 1%. Inflasi Thailand masih berada dalam target 1-3%.
Selain itu, Bank of Japan juga diperkirakan akan menaikkan suku bunga 25 bps pada Oktober, jika inflasi terus merangkak naik bahkan berpotensi melampaui target 2%.
Begitu juga dengan Filipina, dengan Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP) diperkirakan menaikkan suku bunga 25 bps menjadi 5%, lantaran inflasi yang masih tinggi.
Sementara di dalam negeri, El Nino yang menggempur sebagian wilayah di dunia sampai juga di Indonesia. Sejumlah kawasan hutan di dalam negeri yang terbakar disinyalir terimbas dari fenomena tersebut, dan menjerat sebagian daerah dengan kabut pekat.
Bahkan, kebakaran ini kembali berpotensi meningkatkan ketegangan diplomatik dengan negara tetangga. Malaysia dan Brunei Darussalam yang terkena dampak asap berencana membawa isu tersebut ke forum ASEAN.
Selain data ekonomi yang hampir sudah semuanya sudah dirilis pekan lalu, pasar akan mencermati bagaimana langkah pemerintah dalam menangani sejumlah bencana yang terjadi pada kuartal ketiga tahun ini, dan dampaknya terhadap fiskal.
Pasar juga masih mencerna data defisit neraca pembayaran yang meski defisitnya menyempit menjadi US$880 juta dari posisi sebelumnya US$9,1 miliar, namun perbaikan ini ditopang oleh adanya lonjakan arus modal masuk berhasil menutup pelebaran defisit transaksi berjalan (current account).
Sehingga bisa dikatakan perbaikan neraca pembayaran RI kali ini belum sepenuhnya solid karena tertopang oleh aliran 'uang panas' terutama yang datang dari pasar Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
Aliran arus modal portofolio ini juga membuat rupiah menjadi tetap sensitif terhadap perubahan sentimen global, terutama arah yield US Treasury dan kebijakan suku bunga The Fed.
Di tengah sentimen yang berkelindan, pergerakan rupiah hari ini masih berpotensi dapat mempertahankan penguatannya di rentang Rp17.650-Rp17.750/US$.
Analisis Teknikal
Secara teknikal nilai rupiah berpotensi melanjutkan tren penguatan pada perdagangan hari ini. Dengan target penguatan menuju Rp17.650/US$ sampai dengan Rp17.600/US$. Level selanjutnya berpeluang lanjut menguat bertahap ke Rp17.500/US$ dengan tertembusnya resistance kuat dari posisi sebelumnya.
Adapun dalam tren jangka menengah, atau dalam sepekan perdagangan, rupiah terkonfirmasi membentuk tren rebound, apabila tertembus trendline channel kuatnya lagi, maka berpotensi lanjut menguat hingga Rp17.400/US$, yang tercermin dari time frame daily.
Apabila rupiah memberikan tanda-tanda melemah nantinya, support terdekat dapat menuju Rp17.700/US$, sementara range gerak rupiah dalam support nantinya di antara Rp17.770/US$ sampai dengan Rp17.800/US$.
(riset)



























