"Yang penting sekarang nggak ada korban, teman-teman dari Polres Kadus Kades saya tanya sejauh ini enggak ada korban," kata Iqbal dalam keterangan resmi, Minggu (23/8/2026).
Tim pemadam kebakaran dibantu masyarakat dan aparat turut serta membantu memadamkan api yang menghanguskan Desa Adat Sade.
"Yang penting kami pastikan penghuni dulu alhamdulillah dan sekarang terima kasih proses pemadaman hanya satu titik di tengah yang harus dipadamkan. Tadi Kades sudah membuat akses dengan alat berat dan damkar sudah masuk ke tengah memadamkan bagian tengah," kata Iqbal.
Iqbal menambahkan, pemerintah segeara menyiapkan langkah darurat, termasuk perihal kehilangan tempat tinggal., hingga pemulihan juga rekonstruksi kawasan Desa Adat.
Untuk diketahui, Desa Adat Sade merupakan salah satu desa Adat masyarakat Suku Sasak Lombok selama puluhan generasi yang masih mempertahankan tradisi, bentuk hunian, dan tata kehidupan leluhurnya. Desa Adat Sade ini menjadi salah satu destinasi wisata favorit wisatawan yang datang ke Lombok.
Secara arsitektur, Dusun Sade memiliki daya tarik visual yang sangat khas dengan deretan rumah tradisional bernama Bale Tani atau Bale Tani Sasak.
Rumah-rumah di Sade dibangun menggunakan material alami, yakni dinding dari anyaman bambu (bedek), tiang kayu, serta atap rumbia atau ilalang kering yang menjuntai rendah. Salah satu kebiasaan unik masyarakatnya adalah merawat lantai rumah yang terbuat dari tanah liat dan kotoran kerbau atau sapi yang dicampur abu jerami.
Kehidupan kemasyarakatan di Kampung Sade memadukan keahlian kriya dan kebudayaan yang dinamis. Para wanita di kampung ini diwajibkan menguasai seni menenun kain tradisional Sasak—seperti kain tenun ikat dan songket—secara manual sebelum menikah, sementara kaum pria umumnya bekerja sebagai petani atau pemandu wisata.
(smr/wep)
























