Dalam menjalankan usahanya, Quinn Kitchen memanfaatkan sejumlah layanan BRI, mulai dari BRImo, QRIS, mesin EDC, hingga fasilitas pembiayaan untuk mendukung kebutuhan modal kerja dan operasional.
Bagi Rudy, dukungan BRI tidak berhenti pada penyediaan layanan keuangan. Pendampingan usaha yang dilakukan secara berkelanjutan menjadi salah satu faktor yang membantu Quinn Kitchen memperkuat fondasi bisnisnya.
"Saya merasakan bagaimana petugas BRI selalu responsif ketika dibutuhkan, memberikan solusi terhadap kebutuhan usaha, serta aktif menawarkan berbagai program yang dapat membantu pelaku UMKM berkembang," ujarnya.
Pendampingan BRI Buka Jalan ke Pasar Internasional
Perkembangan Quinn Kitchen semakin terlihat setelah bergabung dengan Rumah BUMN BRI Medan. Melalui program pembinaan, UMKM tersebut memperoleh pendampingan dalam berbagai aspek pengembangan bisnis.
Materi pendampingan mencakup penyempurnaan model bisnis, peningkatan kualitas produk, strategi pemasaran, penguatan identitas merek, hingga peningkatan kapasitas produksi.
Program tersebut membantu Quinn Kitchen beralih dari usaha yang sebelumnya berfokus pada penjualan produk menjadi bisnis yang dikelola secara lebih profesional. Kapasitas produksi yang semula puluhan botol meningkat hingga mencapai ribuan botol.
Pertumbuhan bisnis juga berdampak pada kebutuhan tenaga kerja. Quinn Kitchen kini memiliki sekitar 20 tenaga kerja, sementara berbagai aspek usaha terus diperbaiki agar mampu memenuhi standar pasar yang lebih luas.
Penyempurnaan dilakukan pada kualitas produk, desain kemasan, legalitas, serta strategi pemasaran. Langkah tersebut menjadi bagian dari persiapan Quinn Kitchen untuk memperluas jangkauan pasar di luar daerah asalnya.
Momentum lain hadir ketika Quinn Kitchen mengikuti program inkubasi Pengusaha Muda Brilian atau PMB yang diselenggarakan BRI pada 2023. Program tersebut memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk memperkuat kemampuan bisnis melalui pembelajaran dan mentoring.
Dalam program PMB, Rudy dan tim mendapatkan kesempatan belajar dari mentor bisnis nasional, termasuk Billy Boen dan Andy Zain. Materi yang dipelajari mencakup strategi pengembangan usaha, kepemimpinan, branding, serta inovasi bisnis.
Kesiapan bisnis yang semakin matang membawa Quinn Kitchen terpilih sebagai Top 4 UMKM terbaik Indonesia kategori Food & Beverage. Pencapaian tersebut kemudian membuka kesempatan bagi Quinn Kitchen untuk mewakili Indonesia dalam FHA Food & Beverage 2026 di Singapura.
Kehadiran di ajang internasional tersebut memberikan peluang baru bagi Quinn Kitchen untuk memperkenalkan produk berbasis cita rasa Sumatera Utara kepada calon mitra dan pembeli dari luar negeri.
Peluang bisnis pun mulai terbuka. Quinn Kitchen berhasil menarik minat sejumlah calon pembeli internasional, termasuk dua perusahaan asal Singapura dan satu perusahaan dari Belanda.
Saat ini, komunikasi dengan calon pembeli tersebut terus berjalan. Prosesnya mencakup pengiriman sampel produk serta pembahasan lebih lanjut mengenai potensi kerja sama.
"Kami mendapatkan buyer potensial dari Singapura dan Belanda. Saat ini kami masih dalam proses pengiriman sampel dan pembahasan lebih lanjut. Kesempatan ini menjadi langkah besar bagi Quinn Kitchen untuk membawa cita rasa khas Sumatera Utara ke pasar dunia," ungkap Rudy.
Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan perjalanan Quinn Kitchen menunjukkan dampak ekosistem pemberdayaan yang dibangun BRI. Menurutnya, pendampingan dapat membantu UMKM memperkuat fondasi usaha hingga memperoleh akses menuju pasar internasional.
"BRI percaya bahwa UMKM Indonesia memiliki kualitas yang mampu bersaing di tingkat global. Karena itu, kami terus menghadirkan ekosistem pemberdayaan secara end-to-end, mulai dari akses pembiayaan, pendampingan usaha, peningkatan kapasitas, hingga membuka akses promosi dan business matching di berbagai ajang internasional. Harapannya, semakin banyak UMKM Indonesia yang mampu naik kelas dan menjadi duta produk Indonesia di pasar global," ujar Dhanny.
Menurut Dhanny, perkembangan Quinn Kitchen juga memperlihatkan bahwa pertumbuhan UMKM dapat memberikan dampak yang lebih luas. Ketika pelaku usaha memperoleh akses pembiayaan, pendampingan, dan pasar yang tepat, pertumbuhan bisnis dapat beriringan dengan penciptaan lapangan kerja.
UMKM juga memiliki peran dalam mengangkat potensi daerah melalui produk yang membawa karakter lokal. Dalam kasus Quinn Kitchen, cita rasa khas Sumatera Utara menjadi bagian dari identitas produk yang diperkenalkan kepada konsumen dan calon mitra di pasar internasional.
Bagi BRI, pengembangan UMKM tidak hanya berkaitan dengan peningkatan skala usaha. Pemberdayaan juga diarahkan untuk menciptakan ekosistem yang memungkinkan pelaku usaha memiliki akses terhadap pembiayaan, peningkatan kapasitas, promosi, serta peluang business matching.
Sebagai bagian dari ekosistem Danantara Indonesia, BRI menyatakan akan terus memperkuat peran dalam menciptakan value creation melalui pemberdayaan UMKM. Pendekatan tersebut diarahkan untuk membuka lebih banyak peluang bagi pelaku usaha dari berbagai skala dan daerah.
Kisah Quinn Kitchen menjadi salah satu gambaran bagaimana usaha yang dimulai dari skala rumahan dapat berkembang melalui proses pembinaan dan peningkatan kapasitas. Produk lokal yang awalnya dibuat untuk keluarga dan teman kini memiliki peluang untuk menjangkau pasar internasional.
Perjalanan tersebut juga menunjukkan bahwa daya saing UMKM tidak hanya ditentukan oleh produk. Penguatan model bisnis, kapasitas produksi, merek, legalitas, akses pembiayaan, serta jaringan pasar menjadi bagian penting dalam proses membawa produk lokal ke tingkat global.
Dengan peluang pasar yang mulai terbuka di Singapura dan Belanda, Quinn Kitchen kini berada pada tahap baru dalam perjalanan bisnisnya. Cita rasa khas Sumatera Utara tidak lagi hanya menjadi produk untuk pasar lokal, tetapi mulai diperkenalkan sebagai bagian dari kekayaan kuliner Indonesia di panggung dunia.
(tim)





























