Logo Bloomberg Technoz

Berikut selengkapnya berdasarkan data Bloomberg, Rabu (19/8/2026).

  1. PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mengurangi 26,63 poin
  2. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mengurangi 4,65 poin
  3. PT Capital Financial Indonesia Tbk (CASA) mengurangi 3,3 poin
  4. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mengurangi 2,99 poin
  5. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) mengurangi 2,72 poin
  6. PT Astra International Tbk (ASII) mengurangi 2,45 poin
  7. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) mengurangi 1,76 poin
  8. PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) mengurangi 1,36 poin
  9. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mengurangi 1,35 poin
  10. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) mengurangi 1,2 poin

Adapun saham barang baku lain juga jadi pendorong pelemahan IHSG, saham PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) drop 9,95%, saham PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) terpeleset 4,62%, dan saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) juga melemah dengan kehilangan 3,33%.

Saham–saham lainnya juga jadi pendorong pelemahan IHSG, saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) drop 1,61%, saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) terpeleset 1,52%, dan saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) juga melemah dengan kehilangan 1,28%.

Analis Phintraco Sekuritas menyebut, IHSG ditutup melemah 0,86% di level 6.394 pada perdagangan Rabu (19/8/2026), yang bertepatan dengan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia mempertahankan BI Rate pada level 5,75%. 

Secara teknikal, IHSG belum berhasil melewati level 6.500 serta ditutup di bawah level 6.400, sehingga, “diperkirakan IHSG berpotensi uji level 6.300–6.350 pada perdagangan Kamis (20/8/2026),” papar Phintraco, Rabu.

Serupa, Panin Sekuritas memaparkan, IHSG ditutup di zona merah setelah menghadapi uji resistance 6.454. Yang dengan saat ini support terdekat berada pada MA50 di 6.286. 

“Selanjutnya support 6.000–6.029 diharapkan mampu menopang pergerakan IHSG,” analisis Panin Sekuritas.

(fad)

No more pages