Penanganan Bencana oleh Pemerintah
1. Pembangunan Posko Pendamping Utama di Labuan Bajo dan Maumere
2. Basarnas masih memimpin pencarian dan pertolongan warga terdampak yang belum ditemukan
3. Bandara Halim Perdanakusuma jadi Posko Logistik Nasional untuk bencana di NTT
4. Kementerian Kesehatan bentuk dua tim manajemen kesehatan dan emergency medical team ke Kabupaten Sikka dan Ende. Dinas Kesehatan NTT mulai kirim banuan paket obat-obatan dan peralatan medis.
5. Kementerian PU mulai perbaiki jalur atau jalan terdampak gempa bumi. Sebanyak 32 dari 33 jalan yang tertutup longsor; serta empat jalan yang patah dan empat jembatan yang rusak; ruas Wolowarus-Maumere dan jembatan Wae Pesi sudah kembali berfungsi.
6. Kementerian juga mengirim tujuh Excavator dan empat loader ke titik rawan. BBWS Nusa Tenggara II juga mengerahkan 13 excavator yang tersebar di Sikka, Bendung Mbay, Manggarai, dan Nagaroro. Selain itu disiagakan satu unit drilling rig dan dua truck crane.
7. Pemulihan Komunikasi tersisa dua wilayah yaitu Manggarai Timur yang sudah 98,3% dan Ende yang mencapai 96,3%. Selain itu Telkom menyediakan wifi gratis.
8. Pemulihan Kelistrikan Flores bagian Timur dan Barat sudah mencapai 99,9%. Seluruh gardu listrik berfungsi yang mengaliri 566.525 pelanggan, sisa 272 pelanggan. Listrik di Pulau Palue I juga telah pulih sebanyak 1.625 dari 1.921 pelanggan sudah menerima layanan.
9. Armada Udara yang beroperasi untuk penanganan bencana adalah satu unit Helikopter As350 B3; dua unit pesawat SusiAir; satu unit Helikopter Caracal; empat unit Helikopter Bell 412; satu unit pesawat Caravan; dan satu unit Helikopter Panther.
10. Armada Darat yang beroperasi untuk penanganan bencana adalah 40 truk.
11. Armada laut yang beroperasi untuk penanganan bencana adalah KRI Bung Hatta 370; KRI SHS 990; KRI TGI; dan KRI TCB 532.
(dov/frg)































