Sistem dana simpanan perumahan China, yang mengadopsi model dari Singapura sekitar tiga dekade lalu, mewajibkan pekerja dan pemberi kerja untuk menyetor iuran bulanan ke dalam satu wadah dana bersama, yang kemudian dapat menyalurkan pinjaman KPR, sering kali dengan tingkat suku bunga yang lebih rendah daripada bank. Dengan iuran dari hampir 180 juta pemberi kerja dan pekerja di seluruh negeri, dana tersebut mengelola 10,9 triliun yuan per 2024—jumlah yang melebihi total saldo pinjaman KPR yang beredar saat ini, menurut data resmi terbaru.
Revisi terbaru ini juga memberi wewenang penuh kepada Dewan Negara, atau kabinet China, untuk memutuskan secara mandiri tingkat suku bunga pinjaman KPR yang disalurkan oleh dana simpanan perumahan. Sebelumnya, bank sentral ditunjuk untuk mengusulkan setiap pemotongan suku bunga untuk pinjaman tersebut dengan persetujuan dari Dewan Negara.
Langkah ini "membuka jalan bagi penyesuaian suku bunga yang lebih fleksibel" pada dana tersebut, dan berdampak "positif secara moderat" bagi pasar perumahan, ungkap para analis China Index Holdings dalam sebuah catatan resmi pada Selasa malam.
Suku bunga KPR berbasis dana simpanan perumahan saat ini sudah 0,9 poin persentase lebih murah dibandingkan suku bunga KPR acuan perbankan. Pemotongan suku bunga pada dana tersebut akan membantu pembeli rumah mengurangi beban KPR secara keseluruhan, karena mereka diizinkan menarik tabungan dari dana tersebut untuk mencicil KPR bank.
Dana simpanan perumahan telah menjadi sarana pembiayaan yang kian krusial bagi para pembeli rumah sejak tahun lalu, seiring perbankan yang makin berhati-hati di tengah tantangan profitabilitas. Menurut China Index Holdings, lebih dari 80 pemerintah daerah tahun ini telah menaikkan kuota pinjaman yang didukung oleh dana tersebut.
Sentimen pasar obligasi China pun semakin membaik berkat langkah perluasan cakupan investasi dana simpanan perumahan yang kini mencakup obligasi bank kebijakan. Imbal hasil (yield) obligasi China Development Bank bertenor 10 tahun mencatatkan penurunan terbesarnya dalam dua bulan pada Selasa (18/8).
(bbn)

































