Apple disebut akan memindahkan sebagian komponen Face ID ke bawah layar sehingga ukuran area Dynamic Island dapat diperkecil. Namun, perubahan tersebut masih tergolong penyempurnaan dari desain yang sudah ada.
Apple juga diperkirakan menggunakan chip A20 Pro dengan proses fabrikasi 2 nanometer (2-nm). Chip tersebut berpotensi memberikan peningkatan performa dan efisiensi daya, tetapi sebagian manfaatnya lebih banyak berada di balik layar dibandingkan perubahan yang langsung terlihat pengguna.
Sektor kamera juga diperkirakan mendapatkan peningkatan, termasuk kamera utama dengan aperture variabel. Fitur tersebut dapat memberikan fleksibilitas lebih besar dalam mengatur kedalaman bidang foto. Namun, peningkatan tersebut tetap dinilai sebagai evolusi dari kemampuan kamera iPhone yang sudah ada.
Untuk kapasitas baterai, peningkatannya juga diperkirakan tidak terlalu besar. MacWorld sebelumnya melaporkan bocoran kapasitas baterai iPhone 18 Pro hanya menunjukkan kenaikan sekitar 1,5% untuk model eSIM dan 0,8% untuk model nano-SIM. Jika terealisasi, peningkatan tersebut menjadi salah satu yang terkecil secara tahunan sejak iPhone 12 Pro pada 2020.
Leaker Digital Chat Station melalui postingan di akun Weibo, meyakini bahwa Apple akan mengusung baterai sekitar 5.500 mAh pada iPhone terbaru paling premium atau Pro Max-nya. Pembocor lain, Digital Chat Station, menyebut bahwa Apple bahkan memakai strategi spesifikasi baterai yang berbeda di China dan AS.
Menunggu Perubahan Besar Tahun Depan
Pertimbangan lain untuk menunda pembelian iPhone 18 Pro adalah rencana Apple memperingati 20 tahun iPhone pada 2027, termasuk hadiah spesial dari perusahaan kepada fans iPhone berupa ponsel dengan tampilan kaca baru di sisi depan dan belakang.
Material iPhone edisi spesial tahun depan akan melengkung ke sisi-sisi perangkat, dengan pita logam di bagian tengah. Bloomberg News sebelumnya menulis proyek ini dikenal sebagai V73 dan V74.
Perubahan desain yang jauh lebih besar tecermin pada penggunaan layar dengan empat sisi melengkung atau quad-curved display, yang dapat mengurangi bezel secara drastis.
Apple juga disebut tengah mengembangkan teknologi untuk memindahkan Face ID dan kamera depan ke bawah layar. Perubahan tersebut berpotensi membuat iPhone 2027 menjadi salah satu perombakan desain terbesar Apple sejak iPhone X pada 2017. Saat itu, Apple menghilangkan tombol Home, memperluas area layar dan memperkenalkan notch sebagai bagian dari perubahan besar desain iPhone.
Selain layar, model 20 tahun iPhone tersebut dikabarkan dapat menggunakan tombol haptic sebagai pengganti tombol mekanis. Apple juga disebut mengeksplorasi baterai berkapasitas hingga 6.000 mAh serta teknologi reverse wireless charging untuk mengisi perangkat seperti AirPods melalui bagian belakang iPhone.
Pada sektor kamera, Apple diperkirakan menyiapkan sensor dengan teknologi Lateral Overflow Integration Capacitor (LOFIC). Teknologi tersebut berpotensi meningkatkan kemampuan HDR dengan menyimpan informasi cahaya yang berbeda pada setiap piksel sehingga detail pada area terang dan gelap dapat dipertahankan lebih baik.
Baca Juga: iPhone Lipat & AirPods dengan Fitur Kamera Siap Menggebrak 2027
Dapur pacu juga akan kembali mendapatkan peningkatan. Model 2027 diperkirakan menggunakan chip A21 Pro, yang berpotensi menjadi generasi kedua chip iPhone dengan fabrikasi 2nm. Apple juga disebut tengah mempertimbangkan penggunaan High Bandwidth Memory (HBM) untuk meningkatkan transfer data dan mendukung pemrosesan AI di perangkat.
Tetap Mau Beli iPhone 18?
Jawabannya adalah kembali ke pengguna, dengan dua hal yang harus ditanyakan sebelum membeli: Bagaimana kinerja iPhone yang dipakai saat ini? Peningkatan apa yang diharapkan bisa mendukung aktivitas keseharian di masa mendatang?
Bagi pengguna dengan iPhone yang sudah cukup lama, peningkatan pada iPhone 18 Pro tetap dapat memberikan manfaat, terutama dari sisi performa, kamera, konektivitas dan efisiensi.
Namun, bagi pengguna iPhone 17 Pro yang mengharapkan perubahan besar, peningkatan pada iPhone 18 Pro kemungkinan tidak terlalu terasa dalam penggunaan sehari-hari. Hanya perlu menunggu satu tahun lagi, Anda bakal berkesempatan membeli iPhone dengan perubahan yang lebih signifikan.
Apple Bukan Lagi Pencipta Produk Inovatif
Pada era awal kemunculannya, Apple Inc. dilabeli perusahaan paling inovatif. Setiap presentasinya menghadirkan kejutan dan bikin bangga banyak orang, tidak hanya pecinta produk Apple.
Namun kini, strategi telah diubah hingga muncul anggapan bahwa Apple tidak lagi mengejar inovatif pada setiap perilisan produk baru. Apple memilih menjadi perusahaan terbaik bukan yang pertama.
Baca Juga: Bocoran Spesifikasi iPhone Ultra dari Caviar
Mengutip sebuah episode podcast ‘Masters in Business’ dengan tamu profesor pemasaran NYU Scott Galloway Apple dikatakan mengejar “keunggulan sebagai pengikut kedua.”
Intinya bahwa perusahaan mendorong keberhasilan ide dalam waktu yang tepat, bukan menjadi yang paling pertama. Jika “inovator sejati kerap kali tidak memberikan hasil yang memuaskan bagi pemegang saham. Justru orang yang datang di urutan kedua lah yang melakukannya.”
Pandangan ini seolah klop dengan bagaimana cara Apple mempersiapkan peningkatan teknologi 'seadanya' di iPhone 18 Pro namun akan lebih jor-joran pada perilisan tahun depan.
Rilis Inovasi Bertahap
Dengan usia perusahaan hampir dua dekade, Apple makin irit dalam merilis fitur canggihnya. Hal ini bertolak belakang dari langkah para pesaingnya asal Korea Selatan dan China.
Perilisan seri iPhone 18 Pro, serta iPhone Ultra atau ponsel perdana dengan model lipat, pada September mendatang, disusul iPhone base model pada paruh pertama 2027, membuktikan jika Apple cenderung masuk ketika teknologi tersebut dinilai sudah cukup matang.
Jika merekam ulang sejarah pada awal kemunculan pada tahun 2007, iPhone dengan harga US$499 hingga US$599 menjadi perangkat yang menggabungkan telepon, iPod dan akses internet dalam satu perangkat dengan layar sentuh, sebuah konsep yang kemudian mengubah industri ponsel.
Setelah itu, Apple tidak langsung memasukkan seluruh teknologi yang kemudian menjadi standar pada smartphone. Perusahaan memperkenalkan App Store pada generasi berikutnya, memperbesar ukuran layar melalui lini iPhone 6, lalu membawa perubahan desain besar melalui iPhone X pada 2017.
iPhone X menjadi salah satu contoh penting bagaimana Apple membuka fitur secara bertahap. Model tersebut membawa layar OLED, menghilangkan tombol Home dan memperkenalkan Face ID. Dengan demikian, perubahan besar tetap hadir, tetapi tidak selalu setiap generasi.
Adopsi ke USB-C hingga Upgrade Kamera
Apple selanjutnya baru beralih ke USB-C pada iPhone 15 pada 2023, meskipun konektor tersebut telah menjadi standar luas di perangkat elektronik lain.
Apple menyebut USB-C memberikan kemampuan transfer data hingga 10 Gbps pada iPhone 15 Pro dan memungkinkan penggunaan satu konektor untuk berbagai perangkat dalam ekosistemnya.
Kemudian pada iPhone 16, Apple membawa Apple Intelligence, Camera Control dan peningkatan kamera. Sementara pada iPhone 17, perusahaan memperkenalkan antara lain kamera depan Center Stage, ProMotion pada model reguler, serta sistem kamera belakang 48MP.
Kompetitor Lebih Agresif
Strategi para rival Apple justru menjadikan desain perangkat dan teknologi baru sebagai bagian penting dari persaingan setiap generasi.
Samsung Electronics, misalnya, sudah memasuki generasi kedelapan lini Galaxy Z Fold. Pada Juli 2026, perusahaan memperkenalkan Galaxy Z Fold8, Galaxy Z Fold8 Ultra dan Galaxy Z Flip8. Samsung juga membuat perangkat tersebut lebih tipis dan lebih lebar, sekaligus mengintegrasikan kemampuan AI. Ini artinya, ketika Apple baru bersiap memasuki pasar ponsel lipat, Samsung sudah melewati beberapa generasi pengembangan produk tersebut.
Pun dengan Huawei Technologies. Perusahaan pada September 2024 memperkenalkan Mate XT, smartphone yang dapat dilipat tiga bagian. Peluncurannya pada saat itu dilakukan hanya beberapa jam setelah Apple memperkenalkan iPhone 16.
Huawei bahkan telah mengumpulkan jutaan pre-order untuk Mate XT sebelum peluncurannya, dengan data IDC menyebut bahwa Huawei menguasai sekitar 42% pasar smartphone foldable China pada kuartal kedua 2024. Kontras tersebut menggambarkan dua pendekatan berbeda dalam industri smartphone.
Saat kompetitor secara aktif memperkenalkan integrasi fitur AI, desain lipat terbaru, hingga kecanggihan 'jeroan' demi menunjukkan keunggulan masing-masing, Apple memilih membiarkan teknologi berkembang di pasar terlebih dahulu sebelum mengintegrasikannya ke iPhone.
(fik/wep)





























