Logo Bloomberg Technoz

Adapun, mengenai ritme operasional kilang LNG, Donny menerangkan Terminal Donggi Senoro melayani pengangkutan secara berkala dengan jadwal kedatangan kapal yang relatif teratur setiap sepuluh hari.

“Intervalnya per sepuluh hari di sini,” katanya.

Distribusi Domestik

Di sisi lain, bukan hanya kebutuhan ekspor, guna memenuhi kebutuhan pasar domestik, Donny menyebutkan bahwa DSLNG juga mengoperasikan sejumlah kapal pengangkut lain, seperti Ekaputra, Arunika Jaya, dan Nobel.

Pengiriman ke pasar dalam negeri saat ini dilakukan rata-rata satu kali dalam sebulan, tergantung pada tingkat permintaan pasar.

Untuk distribusi domestik, Donggi Senoro mengirim LNG ke fasilitas floating storage regasification unit (FSRU) Lampung di Maringgai dengan pembeli PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) atau PGN.

Selain mengelola gas alam cair, Donny menjelaskan bahwa Terminal DSLNG juga rutin menangani pengiriman produk sampingan berupa kondensat.

Dalam satu tahun, terminal ini melayani sekitar 16 kapal kondensat dengan volume pengangkutan sekitar 52.500 barel per kapal.

“Ada kondensat juga 16 kapal, volumenya 52.500 barel, tapi itu semua dibeli sama Chandra Asri [TPIA]," ungkapnya.

Di balik aktivitas bongkar muat LNG dan kondensat tersebut, Donny menguraikan adanya prosedur teknis dan administratif yang ketat.

Sebelum kapal diizinkan bersandar, tim DSLNG wajib memastikan aspek keselamatan, keamanan, serta kesesuaian fasilitas melalui studi kelayakan teknis yang disebut Ship Shore Compatibility Study (SSCS).

“Lebih ke technical issue sama operational issue. Tantangannya cukup banyak,” jelas Donny.

Donny juga menambahkan bahwa setiap kapal internasional yang masuk wajib melalui tahapan pemeriksaan resmi oleh otoritas pelabuhan, meliputi Bea Cukai, Imigrasi, Otoritas Pelabuhan (Syahbandar), dan Karantina.

Setelah seluruh dokumen disetujui, petugas pandu laut (marine pilot) akan naik ke atas kapal untuk mengarahkan alur penyandaran hingga tiba di dermaga terminal.

Begitu kapal berhasil bersandar dengan aman, tim DSLNG akan menggelar pertemuan awal (pre-meeting) untuk menyelesaikan seluruh aspek formalitas sebelum menghubungkan pipa pemuat (loading arm) dari darat ke kapal.

“Biasanya formalitas dua sampai tiga jam, persiapan loading arm connect, habis itu penyesuaian antara darat sama kapal. Setelah itu baru diproses muat,” kata Donny.

Untuk diketahui, fasilitas Kilang LNG Donggi Senoro memegang peranan strategis dalam menjaga keandalan pasokan energi global, khususnya ke kawasan Asia Timur.

Sejak mengoperasikan kilang dengan kapasitas produksi sebesar 2,1 juta ton LNG per tahun (MTPA), pasokan dari Banggai ini konsisten diserap oleh pembeli jangka panjang di Jepang khususnya JERA.

Kelancaran proses loading Kapal LNG Maleo ini menegaskan keunggulan operasional kilang dalam memenuhi standar ketat pasar internasional serta mempertahankan rekam jejak ketepatan jadwal pengiriman (on-time delivery).

(smr/wdh)

No more pages