Pada hari Minggu, Trump menginstruksikan Pentagon untuk membatasi latihan militer gabungan dengan Korea Selatan. Langkah ini dipicu kekecewaannya terhadap Seoul yang dinilai kurang memberikan dukungan atas konfliknya dengan Iran. Sejumlah pengkritik menilai keputusan tersebut dapat melemahkan daya tangkal AS di kawasan terhadap musuh-musuhnya, termasuk China dan Korut.
Trump menolak kritik tersebut dan menegaskan bahwa ia justru membuat kawasan menjadi "jauh lebih aman" melalui hubungannya dengan Kim.
"Anda tahu, dia tidak menyukai Biden. Dia tidak menyukai Obama," kata Trump merujuk pada para pendahulunya mengenai pemimpin Korea Utara itu. "Dia tidak menyukai siapa pun. Tetapi saya berhubungan sangat baik dengannya. Tidak, apa yang saya lakukan justru membuat situasi menjadi lebih aman. Justru kebalikannya."
Pendekatan diplomasi Trump terhadap pemimpin Korut pada masa jabatan pertamanya sempat mengguncang aliansi puluhan tahun antara Washington dan Seoul, meskipun isu ini sempat kurang mengemuka sejak ia kembali berkantor di Gedung Putih.
(bbn)































