vivo kemudian menyediakan fitur bypass charging yang memungkinkan daya dari pengisi daya langsung dialirkan ke perangkat ketika digunakan dalam kondisi tertentu, sehingga panas yang dihasilkan saat bermain gim dapat ditekan. Dengan kapasitas tersebut, kedua perangkat menyasar pengguna yang membutuhkan daya tahan panjang untuk aktivitas seperti bermain gim, menonton video hingga penggunaan media sosial.
Adu Layar
vivo menggunakan panel AMOLED berukuran 6,83 inci dengan resolusi 2.800 x 1.260 piksel atau 1,5K, refresh rate 120Hz dan kecerahan puncak hingga 5.000 nits. Vivo juga mencantumkan kepadatan layar 449 piksel per inci.
Di lain sisi, POCO M8 Power membawa layar AMOLED berukuran sekitar 7 inci dengan refresh rate 120Hz dan kecerahan puncak 1.800 nits. Gizmochina mencatat layar POCO memiliki resolusi 1.080 x 2.396 piksel. Artinya, POCO menawarkan bidang layar sedikit lebih besar, tetapi vivo memiliki resolusi lebih tinggi dan tingkat kecerahan puncak yang lebih tinggi.
Dalam penggunaan sehari-hari, perbedaan resolusi terutama akan terlihat pada ketajaman gambar, sedangkan tingkat kecerahan lebih tinggi dapat membantu visibilitas layar ketika digunakan di luar ruangan.
Kecanggihan Chip
Menyoal performa, POCO M8 Power menggunakan Qualcomm Snapdragon 4 Gen 4, sedangkan Vivo Y500 menggunakan Unisoc T7300. Snapdragon 4 Gen 4 memberikan keunggulan pada kemampuan pemrosesan dan grafis dibandingkan Unisoc T7300.
POCO juga menawarkan dukungan hingga empat kali pembaruan versi Android, sehingga lebih menarik bagi pengguna yang berencana menggunakan perangkat dalam jangka panjang.
vivo Y500 sendiri menggunakan Unisoc T7300 dengan fabrikasi 6 nanometer. Untuk pasar Indonesia, perangkat tersedia dalam konfigurasi 6GB/128GB dan 6GB/256GB, serta varian tertentu hingga 8GB RAM. Penyimpanannya menggunakan UFS 2.2. Sementara POCO M8 Power menawarkan RAM hingga 8GB dan penyimpanan hingga 256GB berdasarkan spesifikasi yang dirangkum Gizmochina.
Fitur Kamera
vivo Y500 memiliki kamera tambahan 2MP untuk bokeh. Kamera depannya juga jauh lebih besar dengan resolusi 32MP, dibandingkan kamera selfie 8MP pada POCO M8 Power. vivo Indonesia sendiri telah mengonfirmasi Y500 menggunakan kamera utama 50MP Sony IMX852, kamera bokeh 2MP dan kamera depan 32MP wide selfie.
Sementara itu, Gizmochina menyebut POCO M8 Power menggunakan kamera utama 50MP dan kamera depan 8MP. Perbedaan tersebut membuat vivo lebih menarik bagi pengguna yang sering mengambil selfie, melakukan panggilan video atau membuat konten untuk media sosial.
Tes Daya Tahan
vivo Y500 memiliki sertifikasi IP68 dan IP69, yang memberikan perlindungan lebih tinggi terhadap debu dan air. Perangkat tersebut juga memiliki sertifikasi ketahanan militer MIL-STD-810H. Sementara POCO M8 Power membawa sertifikasi IP65 serta perlindungan Corning Gorilla Glass 7i pada bagian depan.
Dengan demikian, vivo lebih diarahkan bagi pengguna yang membutuhkan perangkat dengan ketahanan fisik lebih tinggi, sementara POCO menawarkan perlindungan layar dan sejumlah fitur tambahan pada perangkat keras.
Konektivitas
POCO M8 Power memiliki sejumlah fitur konektivitas yang tidak menjadi fokus utama Vivo Y500. Perangkat POCO mendukung Wi-Fi 6, NFC dan infrared blaster. Infrared blaster memungkinkan ponsel digunakan sebagai remote untuk sejumlah perangkat elektronik yang kompatibel. Untuk vivo Y500, mendukung Wi-Fi dual-band dan Bluetooth 5.4. Untuk pasar Indonesia, perangkat tersebut juga tercatat mendukung NFC.
(fik)

































