Logo Bloomberg Technoz

Rekening Dibobol File APK, Ini Alasan Bank Tidak Wajib Mengganti

Whery Enggo Prayogi
04 August 2023 13:15

Ilustrasi hacker. (Photo By mstandret via Envato)
Ilustrasi hacker. (Photo By mstandret via Envato)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Fenomena pembobolan rekening nasabah melalui modus file APK semakin mengkhawatirkan karena semakin banyak terjadi. Beberapa kasus bahkan menarik perhatian media nasional, karena proses pembobolan yang unik, cepat, dan tanpa bisa dihentikan oleh orang awam.

Meski demikian, pihak bank tidak wajib mengganti uang nasabah yang hilang apabila peran atau kekeliruan yang dilakukan nasabah, misalkan memencet sesuatu atau mendownload dan menginstall file APK yang berbahaya.

Wani Sabu Executive Vice President Center of Digital PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA menyatakan maraknya penipuan dalam format file APK tidak lantas membuat nasabah mengandalkan pihak bank untuk mengganti uang yang sudah diambil oleh penipu.

“Ada hal-hal yang bank harus mengganti dan bank tidak mengganti (dana nasabah). Kalau tipu-tipu sosial engineering, tertipu belanja online itu bank tidak harus mengganti, tapi kalau menyangkut sistem bank dan oknum bank nakal itu bank ganti,”  kata Wani dalam webinar Waspada Modus Penipuan Gaya Baru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kamis (3/8/2023).

Pembobolan rekening nasabah dengan pengiriman file APK, yang dilanjutkan dengan nasabah meng-klik tautan tersebut, adalah salah satu kasus rekayasa sosial (social engineering). Dengan klik artinya nasabah telah memberi izin kepada penipu untuk mengakses data pribadi nasabah. Padahal hal itu merupakan kesalahan terbesar.