Logo Bloomberg Technoz

Entitas usaha entertainment dan movie production milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina ini berada dalam ekosistem media, hiburan, Intellectual Property (IP), acara (event), serta bisnis penyokong, yang dikelola secara terintegrasi melalui entitas anak dan penyertaan strategis RANS.

Berdasarkan data BEI, RANS menetapkan harga pelaksanaan IPO di Rp170/saham. Sementara jumlah saham ditawarkan 2.525.000.000 lembar saham, dengan itu total jumlah saham beredar (total shares listed/ outstanding shares) RANS adalah 12.609.250.000 lembar saham.

Dari sini, total jumlah pemegang saham RANS per Juli 2026 tercatat mencapai 754.691 individu (Single Investor Identification/SID), dengan free float atau float % of shares outstanding 82,95% berdasarkan data Bloomberg. Dengan market cap Rp2,6 triliun.

Perbandingan RANS dengan BBRI dan BBCA

BBRI memiliki jumlah saham beredar di pasar yang lebih besar mencapai 151.559.000.000 lembar saham (atau 151,55 miliar lembar saham). Total jumlah pemegang saham BBRI per Juni 2026 tercatat menyentuh 778.610 individu SID, dengan free float saham BBRI 46,66%. Market cap BBRI juga lebih unggul yang mencapai Rp456,1 triliun.

RANS pun tidak lebih populer dibandingkan BBCA. Perseroan memiliki jumlah saham beredar di pasar mencapai 123.275.050.000 lembar saham.

Tercatat, jumlah pemegang saham BBCA per Juni 2026 mencapai 797.115 individu SID, dengan free float saham 42,49%. Market cap juga jauh lebih unggul yang mencapai Rp781 triliun.

Bobot Saham Terhadap IHSG

Dari sisi bobot terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), saham RANS pun masih terbilang sangat mini, hanya 0,01905 poin bagi Indeks Komposit.

Saham BBRI dan BBCA jauh lebih besar bobotnya terhadap IHSG. BBRI berbobot 7,024935 poin, sedangkan BBCA 8,98213 poin, berdasarkan data Bloomberg per Kamis (6/8/2026).

Jika ditarik kesimpulan, maka posisi RANS terbilang masih jauh untuk menggeser BBRI dan juga BBCA dari sisi popularitas di masyarakat maupun di sisi Indeks Komposit.

Lebih jauh lagi, BBRI dan BBCA sudah lama bertengger di Indeks LQ45 yang merupakan indeks utama di BEI yang mencakup 45 saham dengan keunggulan likuiditas tertinggi dan kapitalisasi pasar terbesar. Indeks ini bisa dibilang mencerminkan saham-saham yang paling aktif dan paling populer diperdagangkan di pasar.

BBRI dan BBCA Lebih Menarik dari Sisi Valuasi

Dari kacamata investasi, BBRI dan BBCA dinilai lebih dilirik investor, menimbang valuasinya yang lebih menarik dibanding RANS.

BBRI valuasinya amat undervalued, seperti yang dipaparkan JP Morgan. Saham BBRI diperdagangkan pada valuasi 7,3x P/E 2026 dan 1,31x P/BV 2026, atau 2,2–2,6 standar deviasi di bawah rata-rata historis 5 tahun dan 10 tahun. 

Valuasi BBRI juga lebih murah dibanding saham bank BUMN berkapitalisasi besar lainnya, mengutip riset JP Morgan berdasarkan rasio P/E maupun P/BV historis 5 tahun dan 10 tahun.

Sedangkan RANS disebut punya valuasi yang premium dibanding dengan rata-rata peers. Pada saat listing, melansir Panin Sekuritas, valuasi RANS setara dengan PER 28-35x di 2025 (dibanding peers yang hanya 18,7x). 

“Menurut kami, valuasi ini premium berbasis kinerja historis dengan aktivitas bisnis masih bergantung pada talent utama,” papar Equity Research Analyst Panin Sekuritas, Sarkia Adelia.

Senada dengan yang dipaparkan oleh Semesta Research yang menganalisis P/BV RANS tercatat sebesar 6,3x, lebih tinggi dibanding dengan rata-rata industri yang berada pada level 5.8x.

(fad/aji)

No more pages