Logo Bloomberg Technoz

Sebagian besar puisi dalam buku ini lahir dari pengalaman pribadi, percakapan dengan teman, serta kisah dan pergulatan emosi orang-orang di sekitarnya. Hal tersebut membuat puisi-puisinya terasa sangat personal, tetapi tetap dekat dengan pengalaman banyak orang.

“Puisi menjadi ruang terapi yang sangat menyembuhkan untuk menyampaikan isi hati saya,” ungkap Kaylee, Senin (3/8/2026).

Belajar Tidak Terus Menyentuh Luka Lama

(Dok. Ist)

Bagi Kaylee, kata-kata menjadi tempat yang aman untuk mengurai kegelisahan yang sulit disampaikan secara langsung. Ia berharap buku ini dapat membantu pembaca melewati masa-masa sulit dengan lebih tegar.

Pesan tersebut tergambar dalam puisi Scars, yang terinspirasi dari pengalaman Kaylee bersama sepupunya yang terus menggaruk bekas luka karena terasa gatal. Peristiwa sederhana itu memunculkan sebuah pertanyaan: mengapa manusia kerap tergoda untuk kembali menyentuh luka lama?

Menurut Kaylee, bekas luka dapat menjadi metafora bagi kenangan menyakitkan yang terus dibuka hingga memperpanjang penderitaan. Melalui puisinya, ia mengajak pembaca menerima bahwa tidak semua luka perlu disentuh kembali. Ada saatnya seseorang berhenti memandang ke belakang agar dapat hidup sepenuhnya pada masa kini.

Menjembatani Dunia Remaja dan Orang Tua

Meski ditulis oleh penyair muda, To See Myself Clearly tidak hanya relevan bagi remaja. Buku ini juga dapat menjadi jembatan bagi orang dewasa dan orang tua untuk memahami kecemasan, tekanan, dan pencarian identitas yang dialami generasi muda.

Kaylee menghadirkan perspektif remaja secara terbuka dan jujur. Melalui puisi-puisinya, orang tua dapat melihat dunia remaja dari sudut pandang yang lebih dekat, sementara pembaca muda dapat mengenali perasaannya sendiri secara lebih utuh.

Kaylee memilih menulis dalam bahasa Inggris karena merasa beberapa emosi dapat disampaikan secara lebih tepat melalui bahasa tersebut. Pilihan itu bukan untuk menjauh dari bahasa ibu, melainkan untuk menjaga keutuhan pesan dan nuansa emosional dalam puisinya.

Keberanian untuk Melihat Diri Sendiri

(Dok. Ist)

Kaylee berharap bukunya dapat menginspirasi anak muda untuk berani menulis dan mengekspresikan perasaan secara terbuka. Di tengah kehidupan yang penuh tuntutan untuk selalu terlihat baik-baik saja, menulis dapat menjadi bentuk keberanian yang paling sunyi.

“Ada sebuah kebebasan ketika melihat pikiran saya dituangkan ke dalam kata-kata,” ujarnya.

Melalui To See Myself Clearly, Kaylee menunjukkan bahwa puisi dapat menjadi medium yang sangat personal di tengah hiruk pikuk media sosial. Ia mengajak pembaca memandang luka tanpa menyangkalnya, berdamai dengan diri sendiri, dan memahami bahwa perjalanan menemukan jati diri selalu dimulai dari keberanian untuk melihat diri secara jujur dan jernih.

(tim)

No more pages

Artikel Terkait