Logo Bloomberg Technoz

Nilai Impor Semester I-2026 Naik 18,69%, Jadi US$137,24 Miliar

Mis Fransiska Dewi
03 August 2026 11:55

Ilustrasi ekspor & impor. (Bloomberg)
Ilustrasi ekspor & impor. (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa sepanjang Januari hingga Juni 2026, total nilai impor Indonesia tercatat sebesar US$137,24 miliar atau mencatatkan kenaikan sebesar 18,69% dibnandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Secara rinci, nilai impor migas pada semester pertama tahun 2026 tercatat sebesar US$22 miliar naik 38,71% apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, nilai impor non migas tercatat sebesar US$115,23 miliar atau naik sebesar 15,50%. 

Ateng Hartono, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS menyebut, jika dilihat menurut penggunaannya, secara kumulatif peningkatan nilai impor terjadi pada seluruh golongan penggunaannya. 


“Sebagai penyumbang utama peningkatan impor, nilai impor bahan baku penolong mencapai US$97,95 miliar atau naik untuk bahan baku penolong sebesar 18,38% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun yang lalu dan memberikan andil terhadap peningkatan ekspor sebesar 13,15%,” kata Ateng dalam rilis BPS, Senin (3/8/2026)

Ateng menyebut, impor bahan baku penolong mencatatkan kenaikan cukup besar terutama untuk HS27 atau bahan bakar mineral, dan mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya atau HS85, serta garam, belerang, batu dan juga semen atau HS25.