Logo Bloomberg Technoz

BRI Perkuat UMKM Bumbu Rendang Tembus Pasar Nasional


(Dok. BRI)
(Dok. BRI)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Berawal dari sebuah kegelisahan sederhana, usaha bumbu instan masakan Padang bernama Rabundo kini berkembang menjadi salah satu UMKM yang mulai memperluas jangkauan pasarnya ke berbagai daerah di Indonesia. Produk yang lahir dari semangat menjaga keaslian cita rasa rendang tersebut menjadi contoh bagaimana inovasi dan pendampingan mampu memperkuat daya saing pelaku usaha lokal.

Rabundo didirikan oleh Tika Hayana pada 2025 di Desa Kekiling, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan. Usaha ini lahir dari pengalaman pribadi yang memunculkan pertanyaan mengenai keberadaan produk bumbu rendang impor di pasar domestik, padahal rendang dikenal sebagai salah satu kuliner khas Indonesia.

Sebagai keturunan Minangkabau, Tika merasa prihatin ketika melihat produk bumbu rendang yang berasal dari luar negeri tersedia di rak-rak swalayan. Kondisi tersebut mendorongnya untuk menghadirkan alternatif berupa bumbu rendang dengan cita rasa autentik yang diproduksi di dalam negeri.

"Rabundo berangkat dari keresahan pendiri yang melihat ada bumbu rendang di rak swalayan yang diimpor dari negara tetangga," ungkap Tika.

Keinginan menghadirkan produk lokal yang mampu bersaing di pasar kemudian menjadi fondasi lahirnya Rabundo. Namun, membangun sebuah usaha dari tahap awal tidak hanya membutuhkan produk yang berkualitas, tetapi juga kesiapan dalam aspek pemasaran, identitas merek, hingga pemenuhan berbagai persyaratan legalitas.

Selain menjaga cita rasa agar tetap sesuai dengan resep khas Minang, Tika juga berupaya memastikan produknya memiliki nilai tambah sehingga mampu diterima oleh konsumen modern yang mengutamakan kualitas sekaligus kepraktisan.

Hubungan Tika dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk telah terjalin sejak 2023 ketika dirinya menjadi nasabah BRI. Saat Rabundo mulai beroperasi pada 2025, ia memanfaatkan layanan QRIS BRI sebagai solusi pembayaran digital dalam mendukung aktivitas usahanya.

Pemanfaatan QRIS membantu proses transaksi menjadi lebih cepat, praktis, dan aman. Kemudahan tersebut menjadi salah satu faktor penting bagi usaha yang sedang berkembang karena mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memberikan pengalaman transaksi yang lebih nyaman bagi pelanggan.

Perjalanan pengembangan usaha Rabundo kemudian berlanjut ketika Tika memperoleh rekomendasi untuk bergabung dengan Rumah BUMN BRI Bakauheni. Melalui wadah tersebut, ia mulai mengikuti berbagai program pendampingan yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM.

"Pertama kali mengenal Rumah BUMN BRI Bakauheni dari teman yang lebih dulu menjadi anggota. Beliau menyarankan saya untuk ikut bergabung karena akan banyak manfaat yang bisa didapatkan untuk meningkatkan performa usaha yang sedang kita jalani, baik dari segi fasilitas legalitas, pelatihan sampai bazar," kenangnya.

Rumah BUMN BRI Perkuat Daya Saing UMKM

Pendampingan yang diperoleh melalui Rumah BUMN BRI menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan pengembangan Rabundo. Tidak hanya memperoleh pelatihan, Tika juga mendapatkan kesempatan membangun jejaring dengan pelaku UMKM lain yang memiliki pengalaman dan tantangan serupa.

Melalui berbagai program tersebut, Rabundo memperoleh pendampingan mengenai peningkatan kapasitas usaha, pengurusan legalitas, hingga peluang mengikuti kegiatan promosi dan bazar untuk memperluas pasar.

Perkembangan usaha pun mulai terlihat. Saat ini Rabundo telah mempekerjakan tiga orang karyawan dan memasarkan produk bumbu rendangnya melalui berbagai jaringan ritel modern di Bandar Lampung serta marketplace yang menjangkau konsumen di berbagai wilayah Indonesia.

Pemasaran melalui berbagai kanal tersebut membuka peluang bagi Rabundo untuk memperkenalkan produk kepada pasar yang lebih luas tanpa meninggalkan identitas utamanya sebagai produsen bumbu rendang autentik.

Menurut Tika, manfaat yang diperoleh dari Rumah BUMN BRI tidak hanya berupa pelatihan, tetapi juga dukungan dalam memenuhi berbagai standar yang dibutuhkan agar produk mampu bersaing di pasar modern.

"Peran Rumah BUMN BRI Bakauheni untuk Rabundo sangat terlihat. Baru saja Rabundo terpilih sebagai UMKM yang difasilitasi untuk perhitungan angka nilai gizi yang bekerja sama dengan SIG, kemudian teman-teman yang lain juga difasilitasi untuk mendapatkan sertifikat merek dagang secara gratis," ujarnya.

Bagi Tika, dukungan tersebut menjadi bekal penting untuk memperkuat fondasi bisnis. Legalitas usaha, sertifikasi merek dagang, hingga informasi nilai gizi merupakan aspek yang semakin dibutuhkan agar produk dapat memenuhi standar distribusi di pasar modern.

Ia juga menegaskan bahwa kualitas produk tetap menjadi prioritas utama dalam pengembangan usaha. Menurutnya, keunggulan Rabundo terletak pada cita rasa yang autentik dengan kemudahan penggunaan bagi konsumen.

"Keunggulan yang dimiliki Rabundo adalah premium taste, authentic taste, dan praktis, tidak perlu tambah bumbu apa pun," tegasnya.

Secara terpisah, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan Rumah BUMN dihadirkan sebagai ruang bagi pelaku UMKM untuk belajar, bertukar pengalaman, memperluas jejaring, serta memperoleh akses terhadap berbagai peluang pengembangan usaha.

Menurut Akhmad, pendampingan yang diberikan bertujuan membantu UMKM membangun fondasi bisnis yang lebih kuat sehingga mampu tumbuh secara berkelanjutan dan meningkatkan daya saing di tengah perkembangan pasar.

Ia menilai keberhasilan UMKM dalam meningkatkan kapasitas usaha akan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas, tidak hanya bagi pemilik usaha, tetapi juga masyarakat di sekitarnya melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan aktivitas ekonomi.

“Ketika UMKM mampu naik kelas, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha itu sendiri, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas. Pertumbuhan kapasitas usaha akan mendorong peningkatan produksi, membuka lapangan kerja, serta menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitarnya,” tutup Akhmad.

Kisah Rabundo menunjukkan bahwa inovasi produk yang dipadukan dengan pendampingan usaha, penguatan legalitas, digitalisasi transaksi, dan perluasan akses pasar dapat menjadi modal penting bagi UMKM untuk berkembang. Melalui ekosistem yang dibangun Rumah BUMN BRI, semakin banyak pelaku usaha lokal diharapkan mampu meningkatkan daya saing produknya dan membawa kekayaan kuliner Indonesia menjangkau pasar yang lebih luas.