Dengan berbagai sumber kekayaan dari segala lini bisnis di banyak negara, Sukanto Tanoto berhasil menempati peringkat ke–108 orang terkaya dunia. Kekayaannya berada di angka US$ 23,5 miliar, atau Rp 423,23 triliun.
Kekayaannya berhasil tumbuh 8,4% di sepanjang tahun 2026 atau US$ 1,8 miliar (Rp 32,41 triliun), Sukanto Tanoto menyabet gelar orang terkaya nomor 1 di Indonesia. Kekayaannya pun berhasil menyalip jauh salah satu pengusaha paling berpengaruh, Prajogo Pangestu.
2. Prajogo Pangestu
Prajogo Pangestu, pemilik Grup Barito, turun peringkat jadi nomor 2. Prajogo sekaligus menjadi orang terkaya ke–147 di dunia.
Jumlah kekayaannya terbilang US$ 18,5 miliar atau mencapai Rp 333,18 triliun. Nilai tersebut menguap 60% year–to–date mencapai US$ 27,7 miliar (Rp 498,88 triliun).
3. Low Tuck Kwong
Low Tuck Kwong, pengusaha pertambangan batu bara pendiri PT Bayan Resources Tbk (BYAN), memiliki kekayaan sejumlah US$ 16,6 miliar atau Rp 298,96 triliun menjadikannya berada di peringkat ke–3 orang terkaya di Indonesia, sekaligus peringkat ke–176 orang terkaya dunia.
Namun memang, nilai tersebut susut 24,6% year–to–date mencapai US$ 5,4 miliar (mencapai Rp 97,25 triliun).
4. Budi Hartono
Grup Djarum menjadi kendaraan sumber kekayaan Hartono bersaudara mengumpulkan pundi–pundi harta. Nama Budi Hartono masuk jajaran orang terkaya urutan ke–206 berdasarkan data Bloomberg. Kekayaan Budi ditaksir US$ 15 miliar, yang sama dengan Rp 270,15 triliun.
Posisi itu berhasil diraihnya sekalipun kekayaan Budi Hartono menguap 22% mencapai US$ 4,2 miliar (Rp 75,64 triliun) di sepanjang tahun 2026.
5. Anthoni Salim
Pemilik Grup Indofood, perusahaan produsen makanan dan minuman terpopuler di Indonesia, Anthoni Salim masuk ke dalam jajaran daftar orang terkaya di Indonesia dengan berada di peringkat ke–5.
Kekayaannya berhasil mencapai US$ 12,3 miliar, atau Rp 221,52 triliun hingga menempatkannya di posisi 274 orang terkaya di dunia. Posisi itu diraihnya biarpun kekayaannya sepanjang tahun menyusut mencapai 23,2% atau US$ 3,7 miliar (Rp 66,63 triliun).
6. Dato Sri Tahir
Dato Sri Tahir memiliki kekayaan US$ 9,9 miliar yang sama dengan Rp 178,3 triliun yang berasal dari berbagai bisnis meliputi perbankan, kesehatan, properti, hingga media massa. PT Berita Mediatama Indonesia, perusahaan yang menaungi Bloomberg Technoz, berafiliasi dengan Grup Mayapada milik Dato Sri Tahir.
Sejumlah perusahaan yang dinaungi dan terafiliasi dengannya, PT Bank Mayapada International Tbk (MAYA), PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO), dan PT Sejahteraraya Anugerahjaya Tbk (SRAJ) yang merupakan operator Mayapada Hospital.
Dato Sri Tahir juga merupakan pemilik PT Raja Kutai Baru Makmur. Perusahaan ini bergerak di pertambangan batu bara. Dari properti, Dato Sri Tahir memiliki properti perkantoran, hotel, mal, dan sebagainya. Termasuk Mayapada Tower I dan II, Sona Topaz Tower, Menara Topaz (Surabaya), Fairmont Hotel (Bali), Four Points by Sheraton (Jakarta dan Batam), Fairfield by Marriott (Surabaya), Mal Bali Galeria, dan Lampung Land. Dato Sri Tahir juga tercatat memiliki properti di luar negeri yakni Singapura dan Jepang.
Dengan berbagai aset dan sumber kekayaan dari segala lini bisnis, Dato Sri Tahir berhasil menempati peringkat ke–383 orang terkaya dunia.
7. Otto Toto Sugiri
Otto Toto Sugiri, seorang pengusaha yang disebut–sebut sebagai Bill Gates-nya Indonesia salah satu pendiri sekaligus Direktur Utama PT DCI Indonesia Tbk (DCII), penyedia layanan pusat data terbesar di Indonesia.
Berdasarkan data Bloomberg, Otto Toto Sugiri juga merupakan salah satu pendiri PT IndoInternet Tbk (EDGE), penyedia layanan internet terpadu pertama di Indonesia. Dengan berbagai aset dan sumber kekayaan, Otto Toto Sugiri berhasil menempati peringkat ke–495 orang terkaya di dunia.
Nilai kekayaannya terbilang mencapai US$ 7,9 miliar atau Rp 142,28 triliun usai memperhitungkan penurunan 11,1% year–to–date mencapai US$ 1 miliar, atau lenyap di atas kertas (Rp 18,01 triliun) pada 2026.
(fad/aji)





























