Logo Bloomberg Technoz

The Fed Ubah Arah Pasar, Rupiah dan Mata Uang Asia Lesu

Tim Riset Bloomberg Technoz
30 July 2026 15:37

Rupiah. dok: Bloomberg
Rupiah. dok: Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta - Tekanan terhadap rupiah berlanjut hingga penutupan perdagangan Kamis (30/7/2026). Rupiah menutup hari dengan pelemahan 0,17% ke Rp18.085/US$, seiring kembali terapresiasinya dolar Amerika Serikat (AS). 

Indeks dolar AS tercatat menguat 0,17% ke 101,05 membuat sebagian besar mata uang Asia melemah sore ini. Baht Thailand melemah paling tajam, disusul peso Filipina, dolar Taiwan, yen Jepang, dolar Singapura, rupiah, dan rupee India. Sementara, ringgit Malaysia dan dolar Hong Kong melemah secara terbatas. 

Sebaliknya, hanya won Korea Selatan menguat signifikan, disusul yuan China yang lebih terbatas. Won Korea Selatan tertopang oleh langkah konversi mata uang yang diambil perusahaan berpenghasilan dolar AS seperti SK Hynix. 

Mata uang Asia (Bloomberg)

Sementara, sebagian besar mata uang kawasan tertekan oleh sinyal hawkish dari The Fed, meski Gubernur The Fed Kevin Warsh menahan suku bunga acuan, alih-alih menaikkannya. Padahal inflasi AS masih jauh dari targetnya 2%, dan bertahan di sekitar 3,5%. 

Dalam konferensi persnya, Warsh malah menegaskan bahwa kondisi keuangan telah mengetat meskipun suku bunga tidak dinaikkan. Saat ditanya mengapa The Fed belum menaikkan suku bunga padahal inflasi masih berada di sekitar 3,5%, Warsh kembali menekankan bahwa lonjakan yield pasar telah memperketat kondisi keuangan secara alami.