Logo Bloomberg Technoz

Untuk perdagangan hari ini, Phintraco Sekuritas menyebut bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve mempertahankan suku bunga tetap di level 3,5%–3,75% seperti yang diestimasikan. Keputusan ini menghilangkan sebagian kekhawatiran di pelaku pasar tentang kemungkinan kenaikan suku bunga. 

Namun, yang turut jadi perhatian, tiga pejabat The Fed tidak setuju dengan keputusan tersebut dan memilih untuk memperketat kebijakan moneter, yang menggarisbawahi sejauh mana volatilitas harga minyak telah mempersulit tugas bank sentral.

Seperti yang dilaporkan Bloomberg News, Federal Open Market Committee (Komite Pasar Terbuka Federal) melakukan pemungutan suara dengan hasil 9:3 untuk menahan suku bunga acuan.

The Fed hampir tidak melakukan perubahan pada pernyataan resmi usai pertemuan, seraya menegaskan kembali “komite akan mewujudkan stabilitas harga,” dan menyebutkan inflasi tetap tinggi “sebagian mencerminkan guncangan pasokan yang memicu kenaikan harga di sektor-sektor tertentu, termasuk energi.”

Top picks atau saham pilihan riset Phintraco adalah AMMN, BBCA, BBRI, TPIA, AKRA, dan HEAL.

CGS International Sekuritas Indonesia menuturkan, melemahnya bursa Wall Street seiring melonjaknya imbal hasil obligasi pasca keputusan The Fed kembali mempertahankan suku bunga acuan diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Sementara itu, laporan kinerja keuangan emiten dan naiknya harga mayoritas komoditas berpeluang menjadi sentimen positif untuk IHSG. 

“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 6.000–5.910 dan resistance 6.180–6.270,” tulis riset CGS International.

Saham-saham pilihan CGS meliputi meliputi AKRA, ESSA, BFIN, BRPT, WIIM, dan HMSP.

Panin Sekuritas menilai IHSG berpotensi kembali melemah, disebabkan oleh tensi geopolitik yang kembali meningkat, harga minyak kembali naik, masih keluarnya dana asing di pasar reguler. Saham-saham pilihan Panin Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah BBCA, TPIA, dan ADRO.

(fad/aji)

No more pages